Mafia Gas Diduga Bermain di Jatisari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Mafia Gas Diduga Bermain di Jatisari

Mafia Gas Diduga Bermain di Jatisari

Written By Mang Raka on Rabu, 02 November 2016 | 16.30.00

-Kades Jadi Sasaran Amarah Warga

JATISARI, RAKA - Kelangkaan gas 3 kilogram membuat warga Jatisari resah, karena urusan dapur jadi terganggu. Akibatnya, beberapa kepala desa menjadi sasaran amarah warga.
Kepala Desa Telarsari, Falahudin mengatakan, kelangkaan gas diduga dimanfaatkan oleh sekelompok orang, atau bisa juga disebut mafia gas subsidi. Karena kelangkaan gas sering terjadi di Jatisari. "Kami menduga ada mafia gas. Sehingga warga kesulitan mendapatkan gas subsidi," ujar Falah kepada Radar Karawang, Selasa (1/11).
Menurutnya ada persoalan yang sangat esensial terkait kelangkaan gas. Dia membandingkan saat raskin diselewengkan, banyak kepala desa dipidana. Tetapi saat terjadi kelangkaan gas, selalu tidak tuntas. "Padahal antara raskin dan gas 3 kg, sama-sama barang subsidi. Seharusnya pengawasannya dilakukan secara ketat. Sama seperti pengawasan raskin," ujarnya.
Dia juga mengaku heran, kenapa saat masyarakat berteriak kelangkaan gas 3 kg. Langkah yang dilakukan biasa-biasa saja. Padahal kebutuhan warga terhadap gas 3 kg sangat penting, terutama saat konversi minyak terhadap gas dilakukan oleh pemerintah. "Pemerintah yang mengeluarkan kebijakan agar warga menggunakan gas. Tapi saat ada persoalan dengan gas, ternyata pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalahnya," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Cikalongsari, Endang. Kepala desa sering jadi sasaran warga atas kelangkaan gas. Padahal alur distribusi gas, sama sekali tidak melibatkan kades. Mulai dari Pertamina, agen sampai pangkalan. "Pangkalan juga tidak pernah memberikan laporan berapa gas yang diedarkan. Tapi saat terjadi kelangkaan, mau tidak mau kades yang harus turun tangan," ujarnya.
Ia melanjutkan, sudah sekitar empat hari gas 3 kg sulit didapat di Cikalongsari, bahkan kelangkaan tersebut terjadi juga di beberapa desa lain yang ada di Kecamatan Jatisari. Seperti Cirejag, Jatiwangi, Jatibaru, Sukamekar dan desa lainnya. "Apa penyebabnya, kami belum tahu. Harusnya pemerintah turun tangan. Karena ini permasalahan pokok bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara Camat Tirtamulya, Yusi Rusliani, mengaku sudah melaporkan persoalan itu ke Disperindagtamben Karawang. Dia juga meminta agar Disperindag melakukan operasi pasar, agar bisa mengetahui apa yang menyebabkan gas 3 kg langka di Jatisari. "Kami sudah laporan ke kepala Disperindag yah Pak Hanafi. Kami juga sudah minta agar Disperindag turun ke lapangan," ujarnya singkat.
Kelangkaan juga terjadi di Tirtamulya. Seperti disampaikan oleh tokoh masyarakat Tirtamulya, Karyo, warga sangat sulit mendapatkan gas 3 kg. Dia juga bertanya-tanya apa penyebab kelangkaan gas subsidi tersebut. Pasalnya sekalipun ada, harganya cukup tinggi bisa mencapai Rp 25 ribu. "Ini masyarakat kekurangan gas 3 kg. Gasnya juga langka. Kalau ada harganya mahal, nyampe Rp 25 ribu," ujar warga Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya itu. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template