Limbah Pembalut Dibuang ke Jalupang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Limbah Pembalut Dibuang ke Jalupang

Limbah Pembalut Dibuang ke Jalupang

Written By Mang Raka on Selasa, 29 November 2016 | 17.55.00

-Truk PT Join Sakti Dicegat Karang Taruna Kotabaru

KOTABARU, RAKA - Truk PT Join Sakti yang membawa limbah PT Unicharm Indonesia berbentuk pembalut dan popok bayi ke TPA Jalupang, dihentikan Karang Taruna Kecamatan Kotabaru, Senin (28/11) kemarin. Diduga pembuangan limbah tersebut, tidak sesuai prosedur.
Setelah truk limbah dicegat dan diberhentikan, perwakilan Join Sakti melakukan audiensi di aula kantor Camat Kotabaru dengan Karang Taruna dan Pemerintahan Desa Wancimekar.
Menurut Sekretaris Karang Taruna Kotabaru, H Dian Nugraha, langkah yang dilakukan oleh Karang Taruna Kotabaru yang didampingi oleh pihak Satpol PP, TNI dan polisi bukan tanpa dasar. Pasalnya, sebagai warga yang ada di lingkungan TPA Jalupang, mempertanyakan perizinan PT Join Sakti yang membuang limbah industri ke TPA Jalupang.
"Berdasarkan Undang Undang No 18 Tahun 2008, sampah atau limbah industri tidak boleh dibuang ke TPA. Karena TPA diperuntukan limbah rumah tangga dan pasar," tegas H Dian kepada Radar Karawang, Senin (28/11).
Dia mempertanyakan terkait perizinan PT Join Sakti yang sampai berani membuang limbah industri dari PT Unicharm Indonesia ke TPA Jalupang. Kalau ada perizinannya, siapa yang memberikan izin? Dia berjanji akan mengawal sampai tuntas persoalan tersebut.
"Kami mempertanyakan izinnya, dari siapa izinnya? Atas dasar apa izin tersebut dikeluarkan? Kami akan kejar itu," ujarnya.
Kepala Desa Wancimekar Alih Miharja mengaku PT Join Sakti selama ini juga tidak pernah melakukan komunikasi dan kordinasi dengan pemerintahan desa. "Saya apresiasi langkah yang dilakukan karang taruna. Karena ini untuk kepentingan umum. Selama ini kami juga tidak tahu terkait hal ini," ujarnya.
Ketua II Karang Taruna Kabupaten Karawang, Ade Irawan, menegaskan, limbah yang dibuang oleh PT Join Sakti ke TPA Jalupang, merupakan limbah yang sangat berbahaya bagi lingkungan masyarakat. "Bahan limbahnya mengandung zat yang berbahaya untuk kesehatan masyarakat dan lingkungan. Apalagi tahun 2012, di Karawang pernah beredar pembalut tanpa merek. Dan indikasinya dari pembuangan limbah seperti ini," ujarnya.
Dia juga menyampaikan, indikasi itu semakin memperkuat, saat penyetopan truk PT Join Sakti yang akan membuang limbah ke TPA Jalupang, dengan masih banyaknya limbah yang dibungkus dalam kardus atau kardusan. "Itu limbahnya terlihat masih utuh. Bagaimana kalau masyarakat melihat. Terus mereka ngambil dan diperjualbelikan. Ini bisa mengakibatkan kanker serviks," ujarnya.
Sementara perwakilan PT Join Sakti, Erwin Saputra, membantah pihaknya tidak mengantongi izin. Bahkan dia memastikan memiliki izin dari BPMPT Karawang. Bahkan dia mengaku sudah membayar retribusi ke pemda selama satu tahun. "Kami tidak mungkin semena-mena buang limbah kalau tidak memiliki izin. Apalagi limbah yang dibuang juga merupakan limbah higienis. Itu bisa dilihat dari surat yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan," ujarnya.
Ia melanjutkan, aktivitas pembuangan limbah popok dan pembalut sudah berjalan 8 tahun. "Kenapa baru sekarang dipersoalkan," tuturnya.  (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template