Kuasa Hukum Desak Sita Eksekusi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kuasa Hukum Desak Sita Eksekusi

Kuasa Hukum Desak Sita Eksekusi

Written By Mang Raka on Selasa, 15 November 2016 | 12.00.00

KARAWANG,RAKA - Kuasa hukum PT Tenang Jaya Sejahtera, Didi Suwardi SH meminta Ketua Pengadilan Negeri Bekasi Aroziduhu Waruwu,SH.MH secepatnya melakukan sita eksekusi barang tidak bergerak milik PT Chuhatsu Indonesia, karena dianggap tidak ada itikad baik untuk melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Kami meminta pengadilan secepatnya melakukan sita eksekusi tersebut," kata Didi Suwardi kepada Radar Karawang usai menyerahkan surat permohonan Sita Eksekusi ke PN Bekasi di kantornya, Senin (14/11).
Didi menambahkan, pihaknya terpaksa meminta sita eksekusi karena PT Chuhatsu Indonesia karena kuasa hukum perusahaan yang berdomisili di Desa Cibuntu, Kecamatan Cibitung, Bekasi itu belum memberikan tanggapan atas teguran pengadilan. "Mereka sudah dipanggil pada tanggal 3 November 2016 lalu. Namun hingga tanggal 11 November 2016 atau delapan hari berlalu, Chuhatsu Indonesia tidak ada tanggapan. Sehingga, sesuai hukum, kami harus mengajukan permohonan sita eksekusi," tambah Didi.
Persoalan hukum yang melibatkan kliennya menggugat PT Chuhatsu Indonesia terjadi karena PT Chuhatsu Indonesia melakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Sehingga kliennya menggugat perusahaan tersebut secara perdata No.322/Pdt.G/2012/PN.Bks.Atas gugatan tersebut, majelis hakim Pengadilan Negeri Bekasi, tertanggal 22 Mei 2013 menyatakan tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum dan dihukum untuk membayar ganti kerugian penggugat sebesar Rp 9.5 miliar.  
Atas putusan tersebut, lanjut Didi, tergugat mengajukan Banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, yang perkaranya terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Tinggi di   bawahregister perkara No.408/Pdt/2013/PT.BDG. Selanjutnya, tanggal 22 November 2013 Hakim PT Bandung menguatkan putusan  Pengadilan Negeri Bekasi tanggal22      Mei    2013 Nomor : 322/Pdt.G/2012/PN.Bks.
Tidak puas atas putusan PT, PT Chuhatsu Indonesia (tergugat) mengajukan Kasasi   ke   Mahkamah   Agung   RI,   yang   perkaramya terdaftar di bawah register perkara No.1051 K/Pdt/2014. Kemudian pada tanggal 12 November     2014  Mahkamah Agung(MA)     menolak  permohonan kasasi PT Chuhatsu Indonesia."Berdasarkan putusan MA yang sudah berkekuatan hukum tetap itu, pihak Chuhatsu Indonesia meminta agar kewajibannya dikurangi dari Rp 9,5 M menjadi 7 Miliar. Tetapi, pihak Chuhatsu meminta waktu pembayaran diundur. Sayangnya, beberapa hari sebelum hari pembayaran tiba, Chuhatsu malah mengajukan peninjauan kembali," terang Didi.
Chuhatsu Indonesia mengajukan  Peninjauan Kembali(PK),  yang  terdaftar dibawah register  perkaraNo.580 PK/PDT/2015. Kemudian, sambung Didi, pada tanggal 17 Pebruari 2016, majelis hakim menolak  permohonan  PK  dan diminta   membayar  biaya  perkara   dalam pemeriksaan PK sebesar Rp. 2.5 juta.(ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template