Kebijakan Daur Ulang Sampah Perlu Diterapkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kebijakan Daur Ulang Sampah Perlu Diterapkan

Kebijakan Daur Ulang Sampah Perlu Diterapkan

Written By Mang Raka on Senin, 07 November 2016 | 16.00.00

KARAWANG, RAKA - Kunci keberhasilan pengelolaan sampah adalah bagaimana mengurangi sampah pada sumbernya. Untuk itu pemerintah diharapkan bekerjasama dengan berbagai industri dalam mengurangi sampah sisa produksi. Begitupun dengan bekerjasama dengan produsen makanan dan minuman untuk mengurangi kemasan ataupun mengurangi ukuran kemasan menjadi lebih kecil  serta dapat didaur ulang.
Hal itu diungkapkan pemerhati masalah sampah, Dian Varima, SKM, MSi, belum lama ini. Dia mengingatkan agar pemerintah daerah menggandeng pihak swasta untuk menangangi persoalan sampah yang tak kunjung mendapatkan solusi. Kendati diakuinya sosialisasi pun hal penting untuk dilakukan. "Melakukan kampanye setiap bulan pada Rabu, minggu pertama kepada masyarakat untuk membawa tas daur ulang saat berbelanja dan menggunakan lebih sedikit kantong plastik dalam setiap belanjaan, juga perlu dilakukan," tambah Dian.
Selain itu, tambah Dian, kebijakan pemerintah tentang daur ulang sampah perlu diterapkan. Kebijakan ini merupakan program dengan peraturan ketat, mewajibkan masyarakat melakukan daur ulang sampah tanpa terkecuali. Kegiatan ini melibatkan pihak swasta yang berlisensi untuk melakukan pengumpulan sampah layak daur ulang ke tiap rumah masyarakat.
Dian membeberkan, daur ulang sampah yang tidak dapat dibakar merupakan komponen yang sangat penting untuk suksesnya pengelolaan sampah. Limbah yang tidak dapat dibakar seperti limbah konstruksi dan pembongkaran. Daur ulang limbah konstruksi dibuat untuk campuran semen, aluminium, baja sedangkan pasir dan kayu dibuat menjadi agregat. Ini kemudian diproses menjadi produk beton non struktural seperti trotoar.
Sedangkan abu sisa pembakaran dari instalasi insinerator digunakan untuk bahan pembuatan jalan, ataupun untuk industri real estate. Abu sisa pembakaran diendapkan selama delapan sampai sepuluh minggu sebelum digunakan. Hal ini dilakukan untuk menstabilkan polutan yang ada dalam abu tersebut. Kemudian abu diolah untuk menghilangkan kadar besi maupun logam berat lainnya.
Sekitar 1.200 ton abu digunakan sebagai bahan dasar jalan yang kemudian dicampur dengan aspal. Jalan ini telah digunakan sejak tahun 2002 dan berdasarkan berbagai penelitian jalan ini aman untuk digunakan. Berdasarkan pemantauan kualitas air tanah dan permukaan,  jalan yang menggunakan abu sisa pembakaran tidak akan menyebabkan pencemaran air. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template