Karyawan Radi Logam tak Digaji 5 Bulan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Karyawan Radi Logam tak Digaji 5 Bulan

Karyawan Radi Logam tak Digaji 5 Bulan

Written By Mang Raka on Selasa, 08 November 2016 | 13.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Ditinggal pemilik pabrik karena pailit, status karyawan PT Radi Logam Indonesia digantung. Selain belum digaji selama lima bulan, mereka juga hanya mendapat setengah gaji sebelum Ramadan. Parahnya, ada yang mengaku sebagai anggota DPR RI dari Komisi VII sekaligus direksi perusahaan tersebut, mencoba untuk mengambil keuntungan dari persoalan yang dihadapi para karyawan.
"Tuntutan dari para karyawan diantaranya ingin segera dibayar upah selama 5 bulan terakhir. Ingin segera diberi pesangon kalau memang perusahaan dinyatakan bangkrut. Serta meminta agar segera menyelesaikan kasus BPJS, selama kurang lebih satu tahun terakhir tidak bisa digunakan oleh karyawan," ujar seorang karyawan PT Radi Logam Indonesia, Indrawan kepada Radar Karawang, Senin (7/11).
Menanggapi keluhan dan pengaduan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Ahmad Suroto menyampaikan, dalam posisi kali ini pihaknya akan mencoba memfasilitasi melaui mekanisme pemanggilan kepada pihak perusahaan. Terutama pada Faisal, yang mengaku sebagai Direktur Operasional PT RLI.
Faisal sendiri juga pernah beberapa kali mendatangi PT RLI, mangaku sebagai anggota DPR RI dari Komisi VII. Padahal setelah ditelusuri, yang bersangkutan hanyalah sebagai staf ahli dari Fraksi Partai Gerindra. "Nanti kita akan memanggil nama-nama yang mengaku sebagai direktur atau para pimpinan dari PT RLI itu. Tapi dengan adanya pemanggilan, kami tidak bisa menjanjikan persoalan ini akan selesai. Karena PT Radi logam ini ada dalam sitaan Bank of ├Źndia (BOI)," ujarnya.
Sementara Ketua Komisi D DPRD Karawang, Pendi Anwar menyampaikan, DPRD tidak punya kewenangan mengeksekusi suatu persoalan. Karena yang berhak memutuskan adalah pemeritah daerah selaku lembaga eksekutif.
Terlebih persoalan ini memang cukup rumit, melihat posisi perusahaan sudah ditinggal kabur oleh pemiliknya. Tapi pihaknya mencoba mencari solusi permasalahan ini. "Kalaupun perusahaan ini sesuai dengan peratuan perundang-undangan perusahaan terbatas (PT), maka kalau pada titik pailit itu tentunya harus melalui proses. Tetapi setahu saya proses ini akan memakan waktu yang cukup lama," jelas Pendi.
Dia juga akan mengejar oknum yang mengaku sebagai anggota DPR RI dari Komisi VI dan bagian dari direksi PT Radi logam. "Terkait oknum DPR RI itu juga dibenarkan oleh salah satu bagian pengawasan Disnaker. Jadi pihak Disnaker juga sudah tahu," pungkasnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template