Kapitasi: Stik Golf Hingga Penambahan Dana Dinkes - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kapitasi: Stik Golf Hingga Penambahan Dana Dinkes

Kapitasi: Stik Golf Hingga Penambahan Dana Dinkes

Written By Mang Raka on Senin, 07 November 2016 | 22.02.00

KARAWANG, RAKA - Dana kapitasi bulan Januari-Juni tahun 2014 Rp 32 miliar yang tidak disalurkan ke puskesmas, ternyata diendapkan ke kas daerah. Hal itu diungkapkan oleh mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dr Asep Hidayat Lukman.
Ia beralasan, saat itu dana kapitasi belum bisa dicairkan ke puskesmas, karena belum ada aturannya. "Saya takut menyalahi aturan (kalau disalurkan langsung ke puskesmas). Maka dana kapitasi selama 6 bulan itu dimasukan ke kas daerah," ungkap Asep kepada Radar Karawang.
Menurutnya tidak benar jika dana kapitasi itu digunakan untuk keperluan Dinas Kesehatan. Namun dia tidak menampik sejak dana tersebut diserahkan ke kas daerah, dinas yang dipimpinnya mendapat tambahan anggaran dari Pemkab Karawang. "Memang saat itu karena ada pemasukan dana kapitasi kepada kas daerah, anggaran yang diberikan pemerintah bertambah hingga mencapai 60 miliar untuk Dinas Kesehatan. Misalnya, untuk pembiayaan yang seharusnya mendapat 10 juta, menjadi lebih dari Rp 10 juta ," katanya.
Ia melanjutkan, Kejaksaan Negeri Karawang dan kepolisian juga sempat memintai keterangan soal dana kapitasi tahun 2014. Tapi tidak ada masalah. "Sudah clear. Dana kapitasi 2014 tidak ada masalah," terangnya.
Disinggung masalah pemberian stik golf kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang Teddy Rusfendi Sutisna, agar dana kapitasi cair. Asep mengatakan tidak ada sangkut paut dengan dana kapitasi. "Tidak ada, hanya rumor saja," tegasnya.
Mantan Ketua Forum Puskesmas dr Misbah mengatakan, seharusnya dana kapitasi masuk puskesmas. "Saat itu kita mempertanyakan dana kapitasi, tapi kenyataannya kan masuk pemerintah," katanya.
Ia melanjutkan, persoalan dana kapitasi muncul karena keirian Dinas Kesehatan. Pasalnya, dana yang bersumber dari hasil pengelolaan dan pengembangan dana iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan, itu diperuntukan kegiatan puskesmas. "Saya (sekarang) sudah menjadi fungsional. Jadi sudah tidak mau membahas dana kapitasi. Dulu saja saya dianggap pembangkang," terangnya.
Ditanya soal stik golf untuk Teddy, Misbah mengungkapkan itu hanya rumor yang sengaja dihembuskan, untuk menjegal keinginan puskesmas yang saat itu menginginkan dana kapitasi. "Ya hanya menyudutkan saya saja," ujarnya.
Sekda Karawang Teddy Ruspendi juga mengakui jika dana kapitasi Januari-Juni tahun 2014 menjadi kas daerah. "Dana kapitasi masuk kas daerah. Tidak seperti di Subang yang disimpan di Dinas Kesehatan, makanya menjadi temuan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," kata Teddy.
Ia melanjutkan, dana kapitasi 2014 tidak masalah. Ia justru lebih tertarik mempersoalkan silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) dana kapitasi tahun 2015. "Saya juga akan meminta penjelasan Dinas Kesehatan Karawang, kenapa ada silpa dan kenapa tidak habis," pungkasnya.(dri)

Patgulipat Dana Kapitasi

Periode Januari-Juni 2014
Rp 32 Miliar
-Permenkes tentang Dana Kapitasi disahkan 2 Mei 2014
-Dinas Kesehatan tidak menyalurkan ke puskesmas, tapi disimpan di kas daerah
-Pemkab Karawang menambah anggaran Dinkes jadi Rp 60 miliar
-Agar dana kapitasi disalurkan ke puskesmas, rumor yang beredar para kepala puskesmas patungan membelikan stik golf Rp 13 juta untuk Sekda Karawang. Belakangan isu itu dibantah Mantan Ketua Forum Puskesmas dr Misbah.
-Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) menemukan 19 kegiatan yang menggunakan dana kapitasi dan dianggap tidak wajar
-Kejari Karawang dan Polres Karawang sempat mengusut persoalan dana kapitasi, hasilnya masih dianggap wajar




Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template