Kades Parungmulya Akhirnya Masuk Bui - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Kades Parungmulya Akhirnya Masuk Bui

Kades Parungmulya Akhirnya Masuk Bui

Written By Mang Raka on Selasa, 29 November 2016 | 17.53.00

KARAWANG, RAKA - Setelah melalui proses yang cukup berliku, perkara yang menjerat Kades Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Asep Dadang Kadarusman mulai mengerucut. Buktinya, Senin (28/11) kemarin, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang telah menahan Asep, tapi bukan karena perkara pemerasan melainkan terkait kasus korupsi. Asep langsung diboyong ke Bandung untuk dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kebon Waru.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Karawang Titin Herawati Utara mengatakan, setelah perkara dugaan korupsi yang melibatkan Kades Asep D Kadarisman dinyatakan lengkap (P21), penyidik kepolisian selanjutnya melimpahkan berkas dan tersangka ke kejaksaan. "Setelah berkas perkara dan tersangka lengkap, kami langsung menahannya karena khawatir melarikan diri, menghilangkan barang bukti," kata Titin.
Sebelumnya, kata Titin, tersangka ditangkap kepolisian dengan dugaan perkara pemerasan, terhadap salah seorang pengusaha limbah di daerah Telagasari. Namun tersangka melakukan pra peradilan ke pengadilan Karawang. Oleh hakim, tersangka dimenangkan dan penangkapan dinyatakan batal. Tidak mau lepas begitu saja, pihak kepolisian kembali melakukan pemeriksaan terkait korupsi dana yang diberikan sejumlah pengusaha limbah. "Tersangka mengutip uang kepada para pengusaha untuk kas desa. Namun saat dilakukan pemeriksaan, ternyata uang yang diberikan oleh para pengusaha tidak masuk ke kas desa. Dan digunakan untuk kepentingan pribadi," katanya.
Menurut Titin, modus operandi yang dilakukan tersangka yaitu meminta uaang kepada para pengusaha, yang perusahaannya beroperasi di desa setempat. Kebanyakan perusahaan membutuhkan rekomendasi dari pihak desa, untuk mendapat surat perjanjian kerja sama pengelolaan limbah ekonomis. Untuk mendapatkan itu, tersangka mengutip uang kepada pengusaha untuk masuk ke kas desa. "Dari hasil perhitungan sementara, kerugian akibat ulah tersangka ini mencapai Rp 2,5 miliar. Hitungan ini dari tahun 2013 hingga 2016 ini, dan baru sebagian perusahaan saja. Tidak seluruhnya, karena kita terbatas oleh waktu," katanya.
Titin mengatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 12 E, Pasal 8 Undang Undang Tipikor dan Undang Undang 20 Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara.
Sementara itu, Asep Kadarusman mengatakan kasus yang menjeratnya merupakan kasus lama, yang baru sekarang ini diproses lagi. "Ini kasus masih yang dulu. Saya mengikuti saja dan pasrah mengikuti proses hukum. saya harap kasus ini bisa cepat selesai," katanya saat memasuki mobil kejaksaan untuk dibawa ke Lapas Kebon Waru. (ops)


Jejak Penangkapan Kades Parungmulya
Tahun 2015
4 September
Polisi menangkap Kades Parungmulya Asep Dadang Kadarusman bersama Ketua Karang Taruna Maman di sebuah warung di daerah Telagasari, karena diduga memeras pengusaha limbah di Ciampel. Barang bukti Rp 30 juta.

25 September
Camat Ciampel Bambang Triyanto diperiksa Polres Karawang sebagai saksi. Bambang mengaku tidak mengetahui dugaan pemerasan Asep terhadap pengusaha limbah.

4 Oktober
Sekda Kabupaten Karawang Teddy Rusfendi diperiksa penyidik Polres Karawang. Dalam pemeriksaan, Teddy ditanyai soal tupoksi dan bentuk pengawasan pemkab ke setiap kepala desa.

9 Oktober
Asep Dadang melalui kuasa hukumnya menggugat Polres Karawang Rp 50 miliar dalam sidang pra peradilan.

20 Oktober
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Karawang memutuskan penangkapan dan penetapan Lurah Parungmulya Asep Kadarusman oleh jajaran Satreskrim Polres Karawang, dalam kasus dugaan pemerasan pengusaha limbah tidak sah. Namun pihak kepolisian menyatakan, penangkapan Asep itu bagian operasi tangkap tangan sehingga tidak perlu surat penangkapan.

Tahun 2016
11 Januari
Usai gugatan praperadilan dugaan pemerasan Kades Parungmulya Asep K Kadarisman dikabulkan Pengadilan Negeri Karawang, kepolisian tetap melanjutkan pemeriksaan dengan kasus korupsi. Namun Asep langsung menghilang. Akibatnya, Polres Karawang menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO).

19 Januari
Sekda meminta Inspektorat dan BPMPD menangani ketidakhadiran Asep Kadarusman di kantor desa selama 3 bulan, karena menjadi buronan polisi setempat.

3 Februari
Asep Kadarisman akhirnya memenuhi panggilan Satreskrim Polres Karawang setelah tiga bulan menjadi buronan. Kedatangannya ke Mapolres Karawang ditemani seorang pengacaranya. Asep diperiksa sejak kedatangannya pada Rabu (3/2) siang.  Namun karena alasan sakit, pemeriksaan dihentikan dan dilanjutkan Kamis (4/2).

10 Februari
Warga Desa Parungmulya mendesak Polres Karawang menuntaskan kasus yang menjerat Asep Kadarusman.

28 November
Kejaksaan Negeri Karawang menahan Asep, lalu diboyong ke Bandung untuk dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kebon Waru.
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template