Jalan Jelek, Petani Angkut Gabah Pakai Perahu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jalan Jelek, Petani Angkut Gabah Pakai Perahu

Jalan Jelek, Petani Angkut Gabah Pakai Perahu

Written By Mang Raka on Jumat, 25 November 2016 | 14.30.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Harga gabah sejumlah varietas, mulai stabil. Hal ini dipicu lantaran mulai minimnya curah hujan yang mengguyur Karawang. Kondisi rebah dan basah masih terantisipasi dengan baik setelah cuaca panas terjadi beberapa hari terakhir. Kendati demikian, masih ada akses jalan yang membebani biaya jasa pengangkutan.
Salah seorang petani di Cilamaya Kulon, Gugun (30) mengatakan, harga gabah saat panen di golongan air 4 dan 5 mulai kembali stabil, baik Ciherang maupun Mekongga. Meskipun sebagian rebah karena sisa-sisa tiupan angin sepekan ke belakang, namun pengaruh panas baru-baru ini tidak membuat harga gabah anjlok. Baik Ciherang, Mekongga maupun varietas infari, harganya hampir sama di kisaran Rp 4,1 ribu- 4,4 ribu perkilogram.
Kondisi ini, beda saat musim hujan yang setiap hari mengguyur dan membuat harga anjlok dibawah rata-rata yaitu Rp 3,5-3,7 ribu perkilogramnya. Meskipun demikian, petani masih direpotkan biaya jasa-jasa pertanian yang aksesnya kurang baik, seperti kesulitannya alat power tresser masuk lahan pesawahan yang jauh, maupun biaya angkut gabah dengan kondisi jalan yang kurang baik. "Harga mah sudah kembali stabil kang, cuma tetap rugi mah ada saja, utamanya soal biaya jasa," tandas dia.
Senada dikatakan petani di wilayah Cijalu Desa Pagadungan Kecamatan Tempuran, Fuad (46), harga gabah saat ini masih normal oleh sejumlah calo maupun tengkulak yakni di kisaran R 4,3 ribu prkilogramnya dengan produksi sekitar 5-6 ton perhektar. Gabah di Cijalu yang jauh ke perkampungan lebih dari 5 kilometer, memilih jasa perahu untuk mengangkut gabah ke perkamupngan lewat Sungai Cibulan-bulan. Bukan saja di Cijalu, pesawahan di Kalenkalong Desa Sumberjaya juga menggunakan jasa perahu agar sampai ke perkampungan, harganya bisa menelan gabah sekitar 1 kwintal lebih. "Harga stabil, cuma biaya biaya jasa angkutnya ini, kita kan pake perahu," kata dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template