Itang Pulang dari Rumah Sakit Jiwa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Itang Pulang dari Rumah Sakit Jiwa

Itang Pulang dari Rumah Sakit Jiwa

Written By Mang Raka on Sabtu, 05 November 2016 | 14.00.00

-Ditolak Warga, Dikirim ke Rehabilitasi Batujaya

JATISARI, RAKA - Masih ingat dengan Itang, warga Jatiragas, Kecamatan Jatisari, yang kondisi kejiwaannya dinyatakan terganggu saat dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, terkait kasus pembunuhan terhadap Yusnita ibu hamil 7 bulan.
Itang belum lama ini diserahkan oleh pihak kepolisian kepada pihak Dinas Sosial dan keluarga, kemudian dikirim ke Rumah Sakit Jiwa H. Marzoeki Mahdi Bogor. Tetapi hasil rehabilitasi di RSJ tersebut, Itang dinyatakan mampu berkomunikasi dan dikembalikan ke pihak keluarga. Tetapi, karena pihak keluarga dan warga Jatiragas sudah menolak Itang kembali ke rumahnya, akhirnya Itang dikirim ke Padepokan Karanganyar, Yayasan Anti Dharma Sosial, Rehabilitasi Mental, yang beralamat di Gang Bandeng, Dusun Karangmulya RT 10/03, Desa Segarjaya, Kecamatan Batujaya. "Itang dikembalikan oleh pihak RSJ MM Bogor. Karena warga dan keluarga menolak dia kembali. Maka dibawa ke Batujaya," ujar Ketua TKSK Jatisari HM.Dedi Sumarya, SH kepada Radar Karawang, Jumat (4/11).
Dia menyampaikan, Itang dikembalikan hari Selasa, kemudian diinapkan satu malam ke salah satu rumah di Jatisari. Khawatir warga mengamuk karena Itang kembali ke Jatisari, maka pihaknya membawa Itang ke Dinas Sosial dan kemudian dibawa ke tempat rehabilitasi di Batujaya. "Ini juga sudah hasil musyawarah dengan pihak keluarga. Karena keluarga sudah tidak sanggup kalau Itang kembali ke rumahnya," jelasnya.
Sementara ini, Itang direhabilitasi di tempat tersebut dengan biaya yang ditanggung oleh pihak keluarga. Sebelumnya di RSJ MM Bogor ditanggung oleh negara karena menggunakan KIS (Kartu Indonesia Sehat). Kedepan, pihak keluarga juga akan terlebih dahulu melakukan musyawarah lebih jauh terkait biaya yang harus ditanggung. "Biayanya lupa yah, berapa juta gitu. Tapi baru dibayar berapa gitu oleh pihak keluarga. Belum lunas. Ini juga katanya akan dimusyawarahkan lebih lanjut dengan keluarga," terangnya.
Sementara Pemerintah Kabupaten Karawang tidak menanggung biaya pengobatan atau biaya rehabilitasi Itang. Tetapi pihak Dinsos memberikan bantuan secara kelembagaan. "Kalau Dinsos gak bantu person Itangnya, tapi bantu lembaganya. Bahkan direncanakan akan diberikan bantuan lebih dengan mengalokasikan anggaran pengembangan tempat rehabilitasi itu," ujarnya.
Dia juga menyampaikan, untuk bantuan yang diberikan Dinsos, sementara ini baru mie instan dan air mineral puluhan dus. Diharapkan bantuan tersebut cukup meringankan beban pihak rehabilitasi, untuk mengurus proses kesembuhan Itang. "Katanya dikasih waktu, sekitar dua bulan. Untuk proses rehab dan pengobatannya. Kalau sembuh total bisa pulang. Kalau nggak maka bisa diperpanjang. Tapi ternyata banyak juga pasien yang sudah sembuh, mereka betah tetap tinggal disana," pungkasnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template