Hujan Petir di Cilamaya, - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Hujan Petir di Cilamaya,

Hujan Petir di Cilamaya,

Written By Mang Raka on Jumat, 25 November 2016 | 19.31.00


CILAMAYA KULON, RAKA - Kabar duka datang dari areal persawahan Kecamatan Cilamaya Kulon, Kamis (24/11) siang. Hujan disertai petir yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, menyambar 5 orang petani di dua desa berbeda.
Di Desa Sumurgede, satu orang langsung meninggal di tempat, lainnya mendapat perawatan intensif di Klinik Tempuran Medika. Warga Sumurgede, Cahya mengatakan, sekitar bakda zuhur angin kencang dan petir melanda Cilamaya Kulon. Sejumlah petani dan buruh tani sedang mengarit padi di RT 03/02 Gang Utara H Bodong. Belum sempat ke perkampungan, petani yang juga berstatus pengurus RT bernama Suratno tersambar petir, lalu meninggal di tempat kejadian.
Sementara petani lainnya bernama Wita, berhasil selamat meski dilarikan ke Klinik Tempuran Medika. "Belum sempat ke pemukiman, sudah tersambar di sawah," ujarnya kepada Radar Karawang.
Senada dikatakan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumurgede Wahyu, saat petir besar menyambar, Suratno sedang mengarit padi di sawah. "Lagi ngarontog belum sempat ke darat, sudah tersambar dan meninggal dunia," ungkapnya.
Kades Sumurgede Yahya Sulaeman mengatakan, Suratno selain berprofesi sebagai petani, juga pengurus RT binaannya di Dusun II. Dari kronologis kejadian, Suratno sebenarnya sudah mengarit padi di area pesawahan tak jauh dari belakang rumahnya sejak Rabu (23/11) lalu. "Kamis pagi Suratno kembali mengarit padi hingga siang hari," tuturnya.
Namun saat petir mulai bergemuruh, Suratno masih bertahan di sawah dengan petani lainnya. Sejurus kemudian petir menyambar para petani. Akibatnya, Suratno meninggal dunia di tempat dengan kondisi tergeletak kaku. "Tidak gosong, tapi bagian telinga Suratno nampak mengeluarkan darah. Sedangkan Wita selamat dan dilarikan ke Tempuran Medika," ujarnya.
Melihat kejadian ini, Yahya menyarankan kepada masyarakat terutama petani, agar berhati-hati saat hujan petir. "RT saya ini meninggal tersambar petir," pungkasnya.
Peristiwa serupa terjadi di Desa Kiara. Kades Kiara H Warja mengatakan, warganya bernama Nalim bin Aneng meninggal dunia di sawah, sesaat petir menyambar sawah di Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang. "Cuaca saat itu belum hujan deras, namun ada petir dadakan. Sementara posisi Nalim, kabarnya tengah menggarap memberesi sawah jelang dimulainya masa tanam kembali," ungkapnya.
Nalim sebut Warja, meninggal dengan kondisi telinga penuh darah tapi tidak gosong. Korban lainnya, Tono yang menjadi saksi sambaran petir itu selamat. "Kalau Tono mah tidak kena petirnya, tapi pingsan kelelahan dan keseleo. Bahkan kehabisan nafas saat lari-lari mencari korban yang minta tolong," ujarnya.
Kasie Trantib Kecamatan Cilamaya Kulon Acep Karimullah membenarkan, warga Desa Kiara, Nalim meninggal tersambar petir. Sementara Tono dirawat di Klinik Wadas Medika. "Usianya (Nalim) 50 tahun dari Jarong Kulon RT 10/04. Korban lain, Tono dan Kamin. Lokasi kejadian sambaran petir di perbatasan sawah Pulojaya-Pulokalapa Kecamatan Lemahabang," tuturnya.
Dia lantas mengingatkan masyarakat agar waspada saat langit diselimuti awan hitam. Jangan sampai peristiwa yang menimpa 5 orang petani kembali terulang. "Meski hujan tidak deras atau belum turun, sementara petir sudah besar, jangan ada yang di ruang-ruang terbuka seperti pesawahan," pungkasnya. (rud)



Korban Meninggal
Nalim (50)
Warga Dusun Jarong Kulon RT 10/04 Desa Kiara
Suratno
Warga Dusun II RT 03/02 Desa Sumurgede

Korban Kritis
Desa Kiara
Kamin
Tono
Desa Sumurgede
Wita

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template