Harga Cabai Mulai Merangkak Rp 20 Ribu Per Kilogram - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Harga Cabai Mulai Merangkak Rp 20 Ribu Per Kilogram

Harga Cabai Mulai Merangkak Rp 20 Ribu Per Kilogram

Written By Mang Raka on Jumat, 11 November 2016 | 12.00.00

PEDES,RAKA- Para pedagang kuliner yang mengandalkan sayur mayur sebagai komoditas utama mereka mulai limbung. Salah satu yang paling dirasakan ialah harga cabai. Sudah sebulan terakhir tanaman yang digemari sebagai sambal teman makan itu, masih kokoh diharga Rp 20 ribu per kilogram. Tak ayal, pedagang mulai melakukan aksi irit sambal bagi pelanggan mereka. Sebenarnya, kenaikan harga cabai ini membuka peluang bagi sejumlah pihak untuk memanfaatkan situasi. Salah satunya dengan menjual cabai busuk dipasaran.
Tatang, pedagang sate entog di Desa Karangjaya, Kecamatan Pedes, mengeluhkan harga cabai yang terus saja kuat bertahan di harga Rp 20 ribu. "Saya pening kepala gara-gara cabainya gak turun-turun. Padahal, cabai itu sangat berguna untuk meracik sambel dan bumbu sate yang kami hidangkan," keluh dia.
Dia pun mengaku tengah menjalankan strategi irit penggunaan cabai dalam suguhan kuliner mereka. "Kalau biasanya sambal kami sajikan 1 toples kecil, sekarang cuma setengah saja. 1 kilo sambal hanya cukup untuk 2 hari saja. Artinya setiap minggu saya keluar banyak uang untuk cabai saja," sambungnya. Ia terpaksa melakukannya untuk menyelamatkan keuntungan dan keberlangsungan usahanya.
Dilain pihak, Mas Bodong, salah satu pelanggan sayur mayur di Pasar Rengasdengklok, pernah mendapati pedagang yang menjual cabai busuk yang dioplos dengan cabai baru. "Jadi cabai yang baru dia taruh paling atas, cabai yang busuk ditaruh paling bawah. Pembeli yang melihat pasti tertarik, karena cabainya baru-baru, namun begitu ditimbang telah bercampur dengan cabai busuk," kisahnya.
Ia pun merasa dirugikan dengan aksi tak bertanggungjawab tersebut. Maka dari itu, dia pun memilih untuk lebih berhati-hati saat membeli cabai. "Kami gak mau tertipu lagi. Makanya kalau mau beli cabai, harus jeli. Harga yang mahal membuat pedagang nakal tergiur meraup untung dengan cara tidak sehat," pungkasnya.(fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template