Guru SMPN 1 Tirtamulya Jadi Petugas Upacara - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Guru SMPN 1 Tirtamulya Jadi Petugas Upacara

Guru SMPN 1 Tirtamulya Jadi Petugas Upacara

Written By Mang Raka on Jumat, 11 November 2016 | 15.00.00

TIRTAMULAYA, RAKA - Ada yang berbeda di SMPN 1 Tirtamulya, Kamis (10/11) kemarin. Jika biasanya yang menjadi petugas upacara adalah siswa, tapi khusus Hari Pahlawan justru guru yang menjadi petugasnya.
"Setiap PHBN (Peringatan Hari Besar Nasional), yang menjadi petugas upacaranya dewan guru. Itu secara bergiliran. Ini agar menjadi contoh bagi para peserta didik. Inspektur upacaranya saya, pembinanya pak Kepsek," ujar Wakasek Kesiswaan, Dede Karbada, S.Pd kepada Radar Karawang usai upacara.
Peringatan Hari Pahlawan, kata Dede, memendam arti yang sangat besar. Diantaranya para pelajar dan seluruh guru harus menghargai jasa para pahlawan, yang telah memerdekakan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesaia. Memperingati Hari Pahlawan juga tidak cukup sekadar upacara, lalu mendengar amanat pembina tentang hebatnya pahlawan berjuang merebut, dan mempertahankan kemerdekaan. Tetapi harus terpatri dalam jiwa, bahwa setiap warga Indonesia harus menjadi yang terbaik dimanapun berada. "Generasi muda bangsa harus mencontoh para pejuang kita yang telah memerdekaan negara ini. Terutama para pelajar harus tetap semangat belajar. Supaya sukses secara akademik, dan berhasil jadi para pelajar yang cerdas dan berdisiplin," ujarnya.
Dia menyampaikan, bagi generasi muda yang tengah belajar saat ini, makna pahlawan yang diperingati setiap tahun sejatinya menjadi pengingat akan pentingnya menjadi pahlawan pembelajar. "Jadilah manusia pintar dan cerdas dengan akhlak (karakter) yang baik dari ketekunan dan semangat belajarnya. Itulah sesungguhnya inti memperingati Hari Pahlawan yang setiap tahun jatuh pada 10 November khususnya bagi siswa," katanya.
Dia juga mencotohkan betapa berani dan gigihnya para pejuang kemerdekaan Indonesia, mempertahankan proklamasi yang baru empat bulan dikumandangkan oleh Soekarno-Hatta waktu itu. Perang Surabaya antara tentara Indonesia melawan tentara Belanda itu adalah perang pertama pejuang Merah-Putih melawan tentara asing setelah kemerdekaan. "Ternyata tentara Indonesia sangat pemberani dan gigih sekali. Senjata modern mampu dihadang dengan batu dan bambu runcing. Itu memang sejarah emas pahlawan Indonesia," ujarnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template