Guru Honorer SMPN 1 Lemahabang Mogok Ngajar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Guru Honorer SMPN 1 Lemahabang Mogok Ngajar

Guru Honorer SMPN 1 Lemahabang Mogok Ngajar

Written By Mang Raka on Selasa, 01 November 2016 | 19.58.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Gara-gara diberi honor Rp 150 ribu per semester dari Program Peningkatan Mutu Sekolah (PPMS) Juni-Desember 2016, guru honorer di SMPN 1 Lemahabang yang tidak ikut demonstrasi ke Gedung Sate, mogok mengajar, Senin (31/10) kemarin.
Lewat sambungan telepon, seorang guru honorer yang namanya minta dirahasiakan mengatakan, dirinya memilih tidak ngajar karena selain ada agenda demonstrasi honorer kategori dua (K2) menuntut CPNS di Bandung. Sebagai bentuk solidaritas, ditambah kebijakan kepala sekolah yang mengecewakan soal pembagian honor PPMS, mereka yang bukan honorer K2 juga ikut mogok ngajar.
Diakui sumber, kepsek memang sudah meyakinkan dan mensosialisasikan pos-pos anggaran PPMS, tapi menurutnya hak honorer dianggap tidak dipenuhi. Karena hanya diberikan Rp 150 ribu untuk 6 bulan. "Bisa dikatakan ngikut demo ke Bandung, bisa juga dikatakan bentuk protes ke sekolah dengan mogok ngajar. Karena 6 bulan honorer ya diberi Rp 150 ribu dari PPMS," ungkapnya kepada Radar Karawang.
Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kepala SMPN 1 Lemahabang Eman S.Pd, menepis jika 36 guru honorer di sekolahnya mogok ngajar. Karena beberapa waktu lalu, honorer K2 meminta izin ikut aksi damai memperjuangkan status CPNS di Gedung Sate kemarin.
Sementara honorer non kategori yang ikut-ikutan mogok ngajar, menurut Emas bisa disebut mengabaikan tugas. Karena aksi damai yang dilakukan honorer K2, tidak ada kaitannya dengan honorer non kategori. "Honorer di SMPN 1 Lemahabang ini mencapai 36 orang. 12 diantaranya yang K2 dan 6 di bagian TU dan caraka," ujarnya.
Ia melanjutkan, jika yang menjadi persoalannya adalah distribusi PPMS per Juni-Desember, menurutnya sudah cair Oktober kemarin. Tapi karena kegiatan hingga Desember belum ini selesai, guru honorer hanya diberi Rp 150 ribu. Sementara sisanya diberikan jika semua kegiatan hingga Desember selesai. Sebab sebut Eman, anggaran yang sudah disosialisasikan kepada semua guru-guru ini, diprioritaskan dulu untuk panitia pelaksana, seperti pengawasan, ulangan umum, dan pemeriksaan laporan hasil belajar. Termasuk biaya untuk kegiatan siswa seperti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), kepramukaan dan program peningkatan mutu seperti In House Training (IHT), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) hingga Kelompok Kerja Guru (KKG). "Honorer ini menerima honor setiap bulan dengan lancar dari BOS (bantuan operasional sekolah) pemerintah pusat. Sedangkan untuk PPMS kemarin baru Rp 150 ribu, karena kegiatannya kan belum dilaksanakan semua sampai Desember," ujarnya.
Dana PMMS sebesar Rp 163 ribu per siswa per tahun ini, kata Eman, terhimpun untuk SMPN 1 Lemahabang per semester itu sekitar Rp 98 jutaan. "80 persen anggaran diantaranya untuk belanja pegawai dan 20 persen barang dan jasa," ungkapnya.
Ia merinci, belanja pegawai yang bersumber dari PPMS, 75 persen untuk honor guru PNS sedangkan sisanya guru honorer. Meski nominal PPMS untuk honorer masih tergolong minim, tapi sangat diharapkan. Karena dana BOS provinsi tingkat SMP sudah tidak ada, seiring beralihnya pengelolaan SLTA dari kabupaten ke provinsi. "Termasuk transport juga tidak ada. Bingung juga kita," ungkapnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template