Gas Langka, SPBE Didemo - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gas Langka, SPBE Didemo

Gas Langka, SPBE Didemo

Written By Mang Raka on Selasa, 01 November 2016 | 19.56.00

-Kades Karyamukti Hanya Bisa Pasrah

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Kelangkaan gas 3 kilogram di Dusun Peundeuy, Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, akhirnya memicu kemarahan warga. Sedikitnya 200 orang mendatangi Stasiun Pengisian Bahan bakar Elpiji (SPBE) Radisa Unggul Sejahtera, Senin (31/10) malam, menuntut agar peredaran gas bersubsidi tersebut kembali normal.
"Di agen banyak alasan, di pangkalan lebih banyak alasan. Sekarang kita demo ke SPBE, mau alasan apalagi," ucap seorang pendemo kepada Radar Karawang di SPBE.
Kades Karyamukti Idha Komara mengaku tak bisa membendung amarah masyarakat desa yang demo ke SPBE. Meski distribusi gas yang dilakukan SPBE ini sudah benar, masyarakat tidak ingin tahu menahu alasan apapun. Karena yang diinginkan mereka adalah gas cukup dan mudah dicari. "Kebanyakan yang demo adalah warga Dusun Peundeuy. Mereka minta gas normal kembali. Itu saja," pungkasnya.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Lemahabang Surya Sakti mengatakan, aksi demonstrasi warga Karyamukti sangat dimaklumi. Karena di desa ini terdapat agen gas hingga SPBE. "Ini puncak kekesalan warga setelah agen dan pangkalan saling lempar tanggung jawab," ungkapnya.
Ia melanjutkan, alasan agen dan pangkalan itulah yang menyulut emosi warga. Karena saat warga mendatangi pangkalan gas, kabarnya selalu habis untuk pengering gabah saat musim hujan. Begitu pula agen yang melempar tanggung jawab kepada SPBE. "Akhirnya masyarakat yang sudah tidak tahan berhari-hari sulit mencari gas, langsung aksi ke SPBE," ujarnya.
Lebih jauh Surya menambahkan, pihaknya sudah menginvestigasi agen, pangkalan termasuk SPBE. Hasilnya, distribusi gas dari SPBE ke agen-agen normal. Sedangkan Hiswana Migas, kata Surya hanya sebatas mengawasi saja, tidak bisa mengintervensi distribusi gas. Sementara menurut laporan warga yang diterimanya, agen dan pangkalan di Desa Karyamukti kerap melempar gas ke wilayah lain. Kondisi ini diperparah dengan alasan pangkalan gas, yang pasrah menjual gas untuk bahan-bahan pengeringan gabah basah di musim hujan saat ini. Ia minta ada tindakan konkrit dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) serta Komisi B soal kelangkaan gas, dan penindakan terhadap para oknum yang memanfaatkan kelangkaan gas. "Saya yakin biang kelangkaan gas melon ada di agen dan pangkalan," tuturnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template