Gaji Guru Honorer tak Manusiawi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gaji Guru Honorer tak Manusiawi

Gaji Guru Honorer tak Manusiawi

Written By Mang Raka on Rabu, 23 November 2016 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA - Keberadaan guru honorer di sekolah dasar sangat dilematis. Di satu sisi dibutuhkan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk mengisi kekosongan guru PNS, di lain sisi upah yang diberikan sangat tidak manusiawi. Hanya Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan.
Janji manis pengangkatan CPNS pun sudah berkali-kali dilontarkan pemerintah. Tapi janji tinggal janji. Mereka tetap berstatus honorer tanpa kejelasan nasib. Padahal tanpa keberadaan mereka, kegiatan belajar mengajar akan lumpuh. "Kami dibutuhkan tapi disepelekan. Dianggap tidak ada, tapi diperlukan. Dibuang sayang," ungkap Jamal (39) guru honorer di Kecamatan Kotabaru kepada Radar Karawang, Selasa (22/11) kemarin.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang Dadan Sugardan mengatakan, dari 850 sekolah dasar (SD) di Karawang, jumlah guru berstatus PNS masih sedikit. Alhasil, pihak sekolah merekrut guru honorer agar kegiatan belajar mengajar berjalan lancar. "Jumlah guru honorer melebihi jumlah PNS. Ini harus jadi pemikiran bersama," ujarnya.
Ia melanjutkan, pemkab tidak tinggal diam melihat minimnya penghasilan guru honorer. Diantaranya memberikan bantuan melalui dana peningkatan mutu. Selain itu, jumlah PNS pensiun yang mencapai 400 orang setiap tahun, kata Dadan, bisa menjadi peluang pengangkatan para guru honorer. "Pemerintah terus upayakan, karena guru di seluruh Indonesia kekurangan untuk PNSnya," ucapnya.
Ketua PGRI Kabupaten Karawang Nandang Mulyana mengatakan, pihaknya akan mendorong Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, agar mau mengatur gaji guru sesuai dengan upah minimum kabupaten (UMK). "Sesuai dengan keputusan kongres di Jakarta. Harus ada kepres (keputusan presiden) yang mengatur soal kesejahteraan guru sesuai UMK masing-masing," ujarnya.
Dalam rekomendasi tersebut, Nandang menjelaskan pemerintah dari pusat hingga daerah harus urunan memberikan gaji sesuai UMK. "Dari pemerintah pusat 50 persen lalu dari pemerintah provinsi 25 persen, sedangkan dari pemerintah daerah 25 persen," kata dia.
Pengamat pendidikan Dr Mutsohito Solin MPd mengatakan, penghasilan guru honorer sebesar Rp 200 ribu-Rp 300 ribu per bulan sangat memprihatinkan. "Gaji guru honorer itu terkesan tidak manusiawi, namun begitu kenyataannya yang mereka alami dalam mengajar di sekolah," kata Mutsohito.
Mutsohito menambahkan, kinerja yang dilakukan para guru honorer tersebut cukup berat dalam mengajar. "Tugas-tugas guru honorer itu, hampir sama beratnya dengan guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), memiliki dengan pendapatan lumayan dan kehidupan mereka juga sejahtera," ujarnya. (mg2/psn)


Upah
Guru PNS
Golongan IIIa
Rp 2,5 juta belum termasuk tunjangan
Golongan IVa
Rp 4,7 juta belum termasuk tunjangan

Guru Honorer
Rp 300 ribu per bulan

UMK Karawang
Rp 3,6 juta



Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template