Enam Rumah Rawan Tertimbun Longsor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Enam Rumah Rawan Tertimbun Longsor

Enam Rumah Rawan Tertimbun Longsor

Written By Mang Raka on Selasa, 22 November 2016 | 14.30.00

TELUKJAMBEBARAT, RAKA - Akibat gundukan tanah sisa pengerukan di Kampung Ciketing RT 12/05, Desa Wanasari, dapur rumah warga rusak dan enam rumah lainnya terancam mengalami kerusakan. Itu terjadi menyusul pergeseran tanah di dibagian atas pemukiman warga akibat hujan terus menerus yang mengakibatkan runtuhnya tanah.

Pantauan Radar Karawang, Senin (21/11), retakan tanah merah sisa pengerukan lahan bakal perumahan. Hingga kini belum ada pengerukan tanah yang seharusnya dilakukan  engembang agar material tanah merah tidak kembali longsor dan membuat warga was-was jika hal tersebut kembali terjadi. Memang, diakui warga pihak perumahaan memberi kompensasi akibat longsoran tersebut. Namun akibat yang ditimbulkan tidak sebanding, karena bisa mengancam ambruknya rumah.
Jejen (52) Pemilik dapur yang terkena longsoran tanah material tersebut menerangkan penggantian dari perusahaan itu sebesar Rp.4.000.000 tidak membuat tanah yang terus tergerus oleh air bergeser ke bawah mendekati rumahnya itu menjadi solusi. Dirinya berharap pemerintah setempat bisa menegur pengembang agar membawa alat berat sejenis becho guna angkat tanah agar warga tidak lagi merasa khawatir. "Apalagi sekarang tanahnya sudah retak dan menganga. Sewaktu-waktu bisa saja longsor dan menimbun rumah-rumah dibawahnya," tuturnya.
Begitu pun dengan Warsin (45), warga yang rumahnya terancam longsoran tanah, beberapa keretakan sudah terlihat dan dirinya pun menerangkan karena dirinya rajin membuat saluran air agar hujan besar air tidak membawa material dan hal tersebut malah membuat jauh lebih aman dalam waktu sementara. "Ini akan jadi masalah kalau pengembang tidak secepatnya memperbaiki," ucapnya.
Memang mereka bangun fondasi sekitar 1 meter tapi kondisinya sekarang malah terendam tanah dari atas. Untungnya di belakang rumahnya ada rumpun pohon bambu sehingga longsoran tanah merah tertahan disitu. "Lahan itu dikeruknya sudah tiga tahun yang lalu, hingga kini belum jelas juga buat apa tanah itu di keruk. Tetapi dengar-dengarnya rencananya nanti akan dibangun perumahaan karyawan di lahan itu," ungkap Warsin.
Ketika Radar Karawang mengkonfirmasi terkait masalah tanah tersebut kepada warga yang dipercayai pengembang untuk mengurus lahan itu sebelum ada pembangunan, ternyata nomor ponselnya tidak aktif. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template