Dua Pabrik Mau Pindah ke Garut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Dua Pabrik Mau Pindah ke Garut

Dua Pabrik Mau Pindah ke Garut

Written By Mang Raka on Kamis, 24 November 2016 | 19.16.00

-UMK Karawang Bikin Ciut Investor

KARAWANG, RAKA - Dua hari setelah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menetapkan upah minimum kabupaten Karawang Rp 3.605.271, sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor tekstil, sandang, dan kulit mulai bereaksi.
Selain akan merumahkan ratusan pekerja, beberapa perusahaan sektor TSK juga ada yang berencana merelokasi pabriknya ke sejumlah daerah berupah rendah. Seperti Garut dan Majalengka. "Saya sudah dapat kabar ada perusahaan (PT Chang Shin Indonesia dan PT Dean Shoes) yang sudah siap-siap akan pindah ke Garut," kata Wakil Ketua DPRD Karawang Sri Rahayu Agustina kepada wartawan di kantornya, Rabu (23/11) kemarin.
Sri menambahkan, jika kedua perusahaan itu merelokasi pabriknya ke luar Kabupaten Karawang, angka pengangguran akan semakin bertambah.
Sebab, PT Dean Shoes yang berlokasi di Tamelang, Purwasari dan PT Chang Shin Indonesia di Kecamatan Klari, mampu menyerap tenaga kerja sekitar 10 ribu orang. "Ini baru mengemuka saat ini, dan tidak tertutup kemungkinan jumlah pengusaha yang akan merelokasi perusahaannya bertambah," ujarnya
Jika pengusaha di sektor TSK benar-benar merelokasi perusahaannya, kata Sri akan menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi, serta akan berpengaruh pada stabilitas keamanan di Karawang. "Jadi saya minta pemerintah jangan diam saja, harus mencari jalan keluar bagi perusahaan. Agar tidak terjadi pengurangan karyawan secara besar-besaran, apalagi kalau sampai mereka pindah dari Karawang," pintanya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Sri mengimbau Pemkab Karawang secepatnya membentuk tim khusus untuk mengatasi dampak kenaikan UMK. Tim ini nantinya yang akan menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan, yang mengalami kesulitan untuk melaksanakan UMK yang baru. "Tim ini nantinya harus mencarikan solusi yang tepat agar perusahaan bisa dibantu, misalnya dengan cara penangguhan UMK. Atau ada cara lain agar mereka bisa bertahan di Karawang, dan tidak harus pindah," katanya.
Selain itu, Sri juga mengingatkan agar buruh tidak menuntut kenaikan upah yang berlebihan, sehingga dapat mengganggu iklim investasi. Pemerintah sudah mengakomodir keinginan buruh untuk kenaikan UMK sesuai dengan aturan, sehingga semua pihak harus melaksanakannya. Dikhawatirkan dengan tuntutan kenaikan upah yang tinggi, malah akan merugikan buruh itu sendiri. "Lah kalau perusahaan memutuskan untuk pindah kan mereka akan jadi pengangguran, makanya yang rasional saja," pungkasnya.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karawang Fadludin Damanhuri SE menuturkan, faktor utama hengkangnya perusahaan padat karya ke luar daerah, karena tingginya UMK di Karawang. Para pengusaha menilai, tuntutan upah para buruh dinilai tak rasional sehingga memilih untuk hengkang. "Ada sekitar 5 perusahaan yang mau hengkang ke Majalengka, Garut, Jawa, karena memang upahnya disana tidak mahal. Perbandingannya dengan di Karawang dua banding satu. Sehingga perusahaan berbasis padat karya, melirik daerah-daerah tersebut untuk memindahkan perusahaannya," paparnya.
Atas kondisi ini, lanjut Fadludin, dari sisi investasi maka Karawang akan dirugikan. Dia menyarankan agar pengaturan upah buruh dikembalikan lagi ke pemerintah pusat, tidak diberikan kewenangan pada kabupaten. Karena dia melihat, persoalan upah ini erat kaitannya dengan keputusan politik. "Kalau mau pilkada kan suka dimainkan soal UMK ini. Jadi lebih baik upah ini dikembalikan lagi ke kementerian. Lalu kementerian yang menentukan besarannya atas usulan dari daerah, dan pihak-pihak terkait untuk menentukan KHL nya," terangnya. (ops/asy)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Memang terlalu berat bagi perusahaan padat karya...untuk menaikan upah yang di minta...kalaupun bisa,pihak perusahaan tidak akan sebodoh itu..karena dgn upah tinggi otomatis perusahaan akan menaikan target produksinya...dan akibatnya karyawan tidah cukup waktu untuk ISOMA...tolong pihak pemerintah mencari jalan yg terbaik dan bijaksana untuk semua pihak...

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template