Darurat Banjir Hingga Mei 2017 - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Darurat Banjir Hingga Mei 2017

Darurat Banjir Hingga Mei 2017

Written By Mang Raka on Rabu, 16 November 2016 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Karawang telah merendam 13.713 rumah, 12 masjid, 4 sekolah dan 338 hektare sawah.
Meski sebagian korban ada yang sudah pulang ke rumahnya masing-masing, namun banjir diprediksi tidak akan cepat selesai. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim penghujan diprakirakan akan terjadi hingga Februari 2017 mendatang.
Kepala Badan BMKG Pusat, Andi Eka Sakya, mengatakan, terjadi peningkatan curah hujan cukup signifikan yang terjadi dalam lima tahun terakhir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Baik di wilayah hulu, maupun hilir. Hal tersebut mengakibatkan debit air sungai Citarum naik, dan berdampak pada bencana banjir sejumlah wilayah di Jawa Barat.‪ Andi mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki oleh BMKG Bandung, pada pertengahan November 2016 ini telah terjadi curah hujan di atas rata-rata, yang terjadi di wilayah Jabar mencapai 312 milimeter. Seharusnya, pada rata-rata curah hujan selama 30 tahun, dari periode 1981-2010 setiap bulannya, curah hujan normal terjadi sekitar 270 milimeter.‬ ‪"Dengan waktu yang cukup pendek (5 tahun) trendnya memang terus meningkat. Sekitar 40 milimeter per tahun atau 0,3 persen," ujar Andi dalam Seminar Solusi Penanggulangan Banjir Citarum di Hotel Grand Royal Panghegar, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa (15/11).
Peningkatan curah hujan tersebut, terjadi hampir di seluruh wilayah aliran DAS Citarum. Sehingga, terjadi luapan air ke permukiman penduduk hampir di sebagian besar wilayah di bantaran aliran Citarum.‬ "Sehingga ini berdampak terhadap banjir yang terjadi beberapa pekan terakhir ini," katanya.‬
Senada dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Asip Suhendar, warga diminta tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, yang akan terus melanda Karawang hingga Februari 2017. "Curah hujan tinggi, dibarengi angin kencang dan petir," ujarnya.
Ia melanjutkan, meski banjir mulai surut, warga tetap harus menjaga kemungkinan terjadi bencana susulan. "Harus tetap waspada. Tanggul-tanggul yang mengalami krisis sedang diperbaiki," terangnya.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyatakan, Provinsi Jawa Barat siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor hingga Mei 2017. Pernyataan ini tertuang dalam surat penetapan bernomor 360/284-BPBD dan ditandatangani tanggal 1 November 2016.
"Provinsi Jawa Barat dalam keadaan siaga darurat bencana alam banjir dan tanah longsor, terhitung mulai tanggal 1 November 2016 sampai dengan 29 Mei 2017," kata Aher.
Menurut dia, penetapan status darurat ini akan berpengaruh pada kemudahan administrasi, dan mekanisme penggunaan anggaran untuk penanggulangan bencana. Adapun status ini berdasarkan pada rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan para pemangku kepentingan serta instansi terkait pada 4 september 2016, juga hasil evaluasi terhadap bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Barat. "Saya menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat melaksanakan upaya-upaya kesiapsiagaan keadaan darurat, sehingga mampu meminimalisasi potensi dampak bencana melalui penanganan yang bersifat cepat, tepat, dan terpadu," katanya. (dri/psn/lp/rb)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template