Cabut Izin Agen dan Pangkalan Gas Nakal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Cabut Izin Agen dan Pangkalan Gas Nakal

Cabut Izin Agen dan Pangkalan Gas Nakal

Written By Mang Raka on Rabu, 02 November 2016 | 16.00.00

-Dituding Ikut Jadi Mata Rantai Mafia

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Selain membuat geram masyarakat akibat kelangkaan gas melon 3 kilogram bersubsidi selama 2 pekan terakhir, sejumlah kepala desa mulai mencurigai kecurangan agen dan pangkalan gas dalam meraup untung. Puncaknya, di sela-sela rapat minggon di Kecamatan Lemahabang, para kades memaksa camat agar memanggil semua agen dan pangkalan gas.
Kades Lemahabang, Rusli Sumawinata misalnya, sejumlah pihak dalam tata kelola gas pandai berkelit soal kelangkaan, sementara pengawasannya selama ini tidak terkontrol dengan baik. Apalagi distribusi dari agen ke pangkalan dan pangkalan ke pengecer. Ia banyak mendapati laporan kecurangan dari masyarakat Lemahabang, karena sering dilempar keluar wilayah dan tidak diporsikan sesuai kebutuhan. Padahal, di Lemahabang ini punya SPBE, mengapa tidak ada prioritas. Semua ini, kata dia, akibat tidak terkontrolnya distribusi. Kalau pun ada, mungkin tidak akan terjadi berlarut. Jika ketahuan berbuat curang, ia minta izin usaha agen dan pangkalan gasnya dicabut. "Distribusi masalahnya kurang terkontrol, coba tindak tegas, kalau ada yang main-main cabut saja izinnya," sarannya.
Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Lemahabang, Soleh mengatakan,
jika bertanya ke SPBE bahkan Hiswana Migas, tetap saja jawabannya Delivery Order (DO) normal. Tapi, di tingkat pangkalan, sebagaimana arahan Hiswana Migas, gas diporsikan di setiap desa sesuai KK, dan melarang mereka menjual keluar desa. Artinya jika warga desa A membeli gas melon ke desa B, menurut Hiswana migas ini pelanggaran dan minta para kades melaporkan. Ia bahkan mengaku bingung ketika jatah di pangkalan gas satu desa misalnya 5 ribu tabung, sementara jumlah KK penerima hanya 2 ribu. Namun kenapa justru masih langka? Ia desak agar camat segera panggil para pemilik pangkalan dan agen gas, konfrontir kejelasan jatah, kuota dan porsi yang sesungguhnya dan mengapa bisa langka. "Kalau satu desa disediakan pangkalan 5 ribu tabung, padahal KK hanya 2 ribu, ini lucu kalau langka? Selama ini kemana saja gas melon," tanya dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template