Bunga Bangkai Tumbuh di Lemahabang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bunga Bangkai Tumbuh di Lemahabang

Bunga Bangkai Tumbuh di Lemahabang

Written By Mang Raka on Selasa, 01 November 2016 | 13.00.00

-Awalnya Mirip Bau Tikus Mati

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Selain di Kecamatan Purwasari, Bunga Bangkai juga tumbuh di salah satu perkebunan warga di Dusun Krajan
II RT 011/02 Desa Lemahabang Kecamatan Lemahabang, 4 hari terakhir. Meskipun jarang menjadi tontonan warga lantaran lokasinya di kebun tertutup, namun bau menyengat jelang bunga jenis Rafflesia itu tumbuh, menyedot perhatian masyarakat tetangga sekitar awalnya mengira bangkai tikus.
Warga setempat Iis (45) mengatakan, kebun milik H Sai ini berdekatan dengan rumah miliknya. Kebun tersebut memang tertutup pagar kawat dan jarang terurus karena cukup kumuh. Karenanya, ia dan tetangga lainnya curiga dengan bau bangkai seperti bangkai tikus di area kebun tersebut, bahkan sesekali yang melintas acapkali menutup hidungnya karena menyengat.
Itu dirasakan di hari Kamis dan Jumat pekan kemarin. Semua tetangga sebut Iis, termasuk dirinya memaklumi kondisi kebun yang kemungkinan ada bangkai tikus atau jenis hewan lainnya yang mati. Tetapi justru saat Jumat (28/10) kemarin, barulah diketahui saat ditengok ternyata ada bunga kecoklatan yang mekar seperti yang sering jadi pemberitaan di TV-TV, saat itulah kemudian dirinya dan warga sekitar memastikan bahwa bau menyengat selama 2 hari itu ternyata dari aroma bunga bangkai di area kebun. "Mungkin menjelang mekar, baunya ini sangat menyengat, yang lewat juga tutup hidung, saat Jumat dilihat ternyata bunga yang sering dilihat di TV itu," Ujarnya.
Lebih jauh Iis menambahkan, bunga berukuran lebar kelopak 50 sentimeter dan ketinggian yang hanya sekitar 60 sentimeter itu sudah mekar sempurna, meskipun sesekali terhalang dedaunan di sekitarnya. Bunga bangkai ini sudah tidak tercium lagi aroma baunya saat sudah mekar. Bahkan, posisinya yang terlingkari dedaunan, sampah dan pohon-pohon, tidak menjadi tontonan warga ramai-ramai, melainkan hanya sebatas dilihat tetangga dan warga yang melintas saja keberadaan bunga yang tanpa daun, batang dan akar tersebut. "Bunga yang tumbuh alami itu tidak menjadi tontonan disini mah, sebatas dilihat slintas saja tetangga yang lewat," jelas dia.
Peneliti Rafflesia dari Universitas Bengkulu, Agus Susatya, menyebutkan bahwa fatma langka ini memang dikategorikan tumbuhan unik. Bentuk bunganya yang tak berakar, berbatang dan berdaun ini, membuatnya begitu unik. Hebatnya lagi, bunga ini bertahan hidup dengan memanfaatkan kuncup bunganya dengan menghisap sari makanan hasil fotosintesa dari tumbuhan inangnya. Tumbuhan induk atau yang kerap menjadi inang dari Rafflesi. "Bunga ini memiliki siklus hidup mencapai lima tahunan dan cuma memiliki masa mekar dari 3 hari hingga 8 hari," ujar Agus. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template