Buah Terubuk Diolah Jadi Rendang dan Gulai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Buah Terubuk Diolah Jadi Rendang dan Gulai

Buah Terubuk Diolah Jadi Rendang dan Gulai

Written By Mang Raka on Kamis, 24 November 2016 | 13.30.00

TEGALWARU,RAKA - Petani terubuk di wilayah Desa Cintalaksana berharap pemerintah Kabupaten Karawang bisa mendatangkan investor untuk menjadi mitra usaha pengusaha buah terubuk. Saat ini sudah ada warga yang mampu mengolah tanaman unggulan itu menjadi penganan rendang.

Kelompok tani yang tergabung dalam wadah kelompok kerja Cinta Mukti memang selama ini hanya menjadi petani terubuk saja. Namun seiring waktu, buah terubuk pun kini di sulap menjadi beberapa olahan penganan yang sudah dikenal juga dirasakan banyak orang. Bahkan akhir-akhir ini penganan olahan dari buah terubuk banyak diburu orang karena rasa dan ciri khasnya mampu bersaing dengan penganan olahan yang lainnya.
Unggulan yang saat ini banyak disukai penganan olahan buah terubuk adalah pangsit terubuk dan rempeyek terubuk.Bahkan Rendang dan gulai terubuk pun kini mulai di buru. Hanya saja petani yang tergabung dalam kelompok kerja mengakui mereka kesulitan mendapatkan modal untuk biaya produksi. Karenanya mereka berharap pemerintah mampu mendatangkan investor ke wilayah mereka.
Ketua Kelompok tani Cinta Mukti, Jabbarudin (44), membenarkan kelompok kerjanya kini tengah keteteran perihal modal. Menurutnya petani terubuk akan jauh lebih sejahtera jika ada wadah penampung buah terubuk di dekat dengan areal pertaniannya agar mereka jauh lebih konsentrasi terhadap pertaniannya. Selain harga pun tidak fluktuatif. "Memang sudah saatnya buah terubuk digarap serius. Permintaan pengadaan penganan olahan buah terubuk kini banyak disukai warga yang bukan saja dari wilayah Kecamatan Tegalwaru saja melainkan sudah dari mana-mana," kata Jabarrudin.
Kendati demikian dia berharap pengetahuan pengelolaan dan teknis pengelolaah penganan olahan terus disosialisasikan pemerintah melalui Disperindagsar dilakukan secara intensin mendapat antusias petani dan mereka pun terpicu. "Hasilnya sudah ada, seperti rempeyek dan pangsit saja kami tidak bisa produksi dalam jumlah besar karena keterbatasan modal," jelasnya.
Hal senada pun dijelaskan Dudung (45), anggota kelompok Tani Cinta Mukti, dirinya menegaskan bahwa permasalahan modal memang menjadi kendala utama kelompok tani saat ini. Dirinya pun akui  penganan olahan buah terubuk sudah banyak dikenal dan diburu penikmat terubuk. Dia membenarkan bahwa rempeyek dan pangsit terubuk menjadi primadona yang di sukai penggemar terubuk. "Biasanya mereka padukan dengan baso atau mie ayam. Rasa yang lain dari yang lain bahwa terubuk rasanya lebih enak dan tidak kesulitan untuk dikunyah. Hanya kini masalah modal saja," terangnya.
Masih dilanjutkan Dudung, sebenarnya kelompok taninya menginginkan ada nya pemilik modal yang mau mengajak kerjasama agar konstan menyediakan bahan mentahnya, yaitu buah terubuknya agar produksi tidak terhambat oleh bahan mentahnya.
Kepala BP3K Distanhutbunnak Kecamatan Tegalwaru, Lulu Jamaludin.SP menerangkan buah terubuk selain menjadi ikon juga memang sudah bisa menjadi solusi bagi warga sekitar agar pemanfaatannya membawa dampak serius bukan saja bagi petani namun bagi lingkungan. Dirinya optimis buah terubuk bisa menjadi tanaman revolusioner bagi kebangkitan usaha mandiri warga yang berdaya guna.
"Harapan saya bukan saja menjadi ikon bahkan bisa membuka peluang bagi indutri rumahan yang mampu menyerap tenaga kerja. Saya malah antusias saja jika ada pengusaha yang mau bekerja sama ini merupakan langkah awal yang membawa solusi bagi kesejahteraan bukan saja petani tapi masyarakat sekitar. Mudah-mudahan pelaku-pelaku usaha bisa melirik peluang besar terubuk bagi kemajuan bersama," harapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template