Belasan Perusahaan Tekstil Siap Angkat Kaki - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Belasan Perusahaan Tekstil Siap Angkat Kaki

Belasan Perusahaan Tekstil Siap Angkat Kaki

Written By Mang Raka on Selasa, 22 November 2016 | 18.14.00

KARAWANG, RAKA - Kenaikan upah minimum di Kabupaten Karawang menjadi Rp 3.605.272, diprediksi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Ahmad Suroto berdampak terhadap iklim investasi. Sejumlah perusahaan di sektor tekstil, sandang dan kulit (TSK) berencana merelokasi perusahaannya ke daerah lain.
"Kenaikan UMK sudah direspon oleh perusahaan sektor TSK. Bahkan ada beberapa perusahaan yang menyampaikan langsung akan merelokasi perusahaannya," kata Suroto kepada wartawan di kantornya, Senin (21/11) kemarin.
Ia melanjutkan, perusahaan tersebut tidak sanggup membayar upah sesuai dengan UMK 2017. Apalagi, dengan UMK sebelumnya saja mereka sudah sulit untuk bersaing dengan perusahaan lain. "Sudah ada belasan perusahaan TSK yang menyampaikan minat untuk relokasi, tapi saya sarankan untuk berpikir ulang. Karena pemerintah masih mencarikan solusi terkait soal ini," terangnya.
Salah satu solusi untuk mencegah relokasi perusahaan itu, kata Suroto, Pemkab Karawang akan melakukan penangguhan UMK terhadap perusahaan, yang belum dapat melaksanakan UMK 2017. Hanya saja, sambungnya, penangguhan UMK tidak mudah karena harus dimusyawarahkan dengan berbagai pihak, termasuk dengan perwakilan pekerja perusahaan tersebut. "Penangguhan UMK ini baru dapat dilaksanakan jika semua pihak yaitu perusahaan, pekerja dan pemerintah menyetujui alasan penangguhan," ungkapnya.
Sesuai data terbaru, saat ini ada 100 perusahaan industri di sektor TSK beroperasi di Karawang. Belasan dari perusahaan tersebut malah masih menjalankan penangguhan upah UMK yang lalu. "Makanya kami gencar melakukan sosialisasi jangan sampai mereka pindah dari Karawang," katanya.
Jika perusahaan di sektor TSK ini merelokasi perusahaannya, tentu akan menimbulkan dampak yang cukup besar. Dipastikan ribuan pekerja kehilangan pekerjaan. Dampaknya, angka pengangguran di Karawang akan meningkat dua kali lipat dari sebelumnya. "Saya belum menghitung detail berapa yang mengancam akan pindah, tapi jumlahnya bisa mencapai belasan perusahaan," pungkasnya. (ops)

Berbagi Artikel :

4 komentar:

  1. Sebagai seorang buruh di Karawang, menghimbau kpd semua rekan sesama buruh
    agar menyikapi ini tidak dengan rasa bangga apalagi sombong! jangan2 ini akan jadi musibah, karena bagi pabrik yg tak mampu menggaji buruhnya dgn upah sebesar itu, jelas dia akan cenderung merelokasi pabriknya ke kota lain... Dampaknya sodara kita juga yg kebagian PHK dll... disamping dampak lain2nya, seperti pengangguran, kejahatan dan biaya hidup rakyat akan terus meningkat di seantero Karawang. Mohon PEMDA benar2 terlibat pd saat penentuan UMK diputuskan.. Salam.

    BalasHapus
  2. bener kang. upah tinggi tidak menjamin kesejahteraan juga meningkat. karena upah tinggi hanya bisa dirasakan oleh mereka yg bekerja dipabrik atau perusahaan lainya. tetapi dampak kenaikan harga kebutuha pokok akan dirasakan oleh semua kalanganan baik yg para pekerja maupun mereka yg tidak bekerja di pabrik atau perusahan lainnya. sebenarnya pemerintah seharusnya lebih mengkaji lagi tentang penetapan UMK.

    BalasHapus
  3. Malahan hoyong nambihan dugi keun 3,9 buset dah

    BalasHapus
  4. susah kalau manusia punya sifat lihat terus ke atas dan tidak bersyukur mah

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template