Banyak Sawah Rebah, Petani Pilih Panen Dini - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banyak Sawah Rebah, Petani Pilih Panen Dini

Banyak Sawah Rebah, Petani Pilih Panen Dini

Written By Mang Raka on Kamis, 10 November 2016 | 15.00.00

TEMPURAN, RAKA- Kondisi sawah rebah, ternyata benar-benar bikin frustasi petani. Setelah gagal menyulam batang tanaman agar tegak kembali, volume sawah yang rebah tertiup angin justru semakin meluas. Tak ada pilihan lain bagi mereka selain mempercepat waktu panen.
Buruh tani di sekitaran Pulogebang, Desa Jayanegara, Amad (50) mengatakan, dirinya biasa menunggui juragan sawah memanen padi dengan sistem memarit gorolan. Kebetulan, di sekitaran Pulogebang ini beberapa tanaman padi memilih di panen dini akibat sawah rebah dan basah tergenang air. Mungkin, sebut Amad, petani kewalahan jika sudah rebah disulam dengan tali rafia supaya tegak berdiri kembali. Sementara volume luas batang yang rebah justru malah semakin banyak. Akibatnya, tanaman padi yang seharusnya dipanen 3 atau 4 harian lagi, lebih memimilih dipercepat panennya alias panen dini. Toh menurut pendapat petani, baik cepat atau lambat waktu panen, tidak mempengaruhi harga jual sebab harga gabah sudah anjlok. "Ya dipanen dini karena rebahnya banyak sih, ditegakan lagi juga percuma, karena makin meluas rebahnya," keluh dia.
Senada dikatakan buruh tani lainnya, Ocim (46), gabah sebenarnya sudah hampir matang dan tidak terlalu rebah di usia tanam matang susu. Seharusnya sudah bisa dipanen 3-4 hari lagi, tapi karena rebah semakin meluas dan harga semakin anjlok, tanaman lebih dipilih dipanen dini. Karena, kondisi tanah yang basah berlumpur juga menyulitkan biaya jasa yang tak biasanya. "Kalau gak dipanen segera kerugian mah sama saja sih," katanya menjelaskan. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template