Bantuan Makin Banyak, Kades Bolos Minggon Masih Bebas Sanksi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bantuan Makin Banyak, Kades Bolos Minggon Masih Bebas Sanksi

Bantuan Makin Banyak, Kades Bolos Minggon Masih Bebas Sanksi

Written By Mang Raka on Rabu, 23 November 2016 | 15.30.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Lagi-lagi, agenda rutin minggon tak pernah menarik minat kepala desa. Padahal, beragam bantuan mulai membanjiri desa. Contohnya saat minggon kemarin yang diselenggarakan di Puskesmas Dengklok. Hanya ada 3 kepala desa yang menghadiri forum koordinasi dan sosialisasi program-program pemerintah tersebut.
Asep Wahyu Suherman Camat Rengasdengklok mengaku ketidakhadiran sebagian besar kepala desa ini sudah mendapat izin darinya. Mengingat banyak kegiatan yang harus diselesaikan di desanya masing-masing. Dari 9 desa yang hadir itu cuma ada 3 kepala desa, yakni Kades Dewisari Surci, Kades Amansari Hanafi, Kades Kalangsari Teti Firdaus. "Selebihnya diwakili oleh bawahannya," katanya kepada radar Karwang, Selasa (22/11) kemarin.
Sebenarnya camat sendiri memberi kesempatan untuk memilih tempat yang tepat untuk rapat minggon kecamatan. Agar kepala desa termotivasi untuk mengikuti jalnnya rapat minggon. Mengingat minggon ini dinlai penting untuk menampung informasi. "Tergantung kepala desa maunya dimana, diakomodir terus sama saya mah," jelas dia.
Adapun pembahasan rapat minggon tadi, sambung Camat, lebih cenderung membahas masalah kesehatan, BPJS, dan pentingnya Lokakarya Mini (Lokmin), mengingat masih banyak masyarakat yang kurang peduli dengan program kesehatan yang disodorkan pemerintah. "Sudah disediakan posyandu, tetep saja masyarakat enggan datang," ujarnya. Minggon yang digelar di puskesmas cukup kondusif, mengingat ruangan aula puskesmas terbilang cukup luas. "Tadinya saya khawatir menggangu pelayanan masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Bayu warga Dengklok menyebut bolosnya banyak kades mengikuti rapat minggon hendaknya dijadikan regulasi tetap dan memaksa. Sebab selama ini, tutur Bayu, tidak ada sanksi tegas dan keras bagi kades yang tidak mengikuti minggon tanpa alasan yang jelas. "Ya akhirnya jadi kebiasaan selama puluhan tahun dan ini buruk sekali," jelas pria ini.
Padahal, bantuan pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten sudah sangat besar dan mengalir langsung ke rekening desa. "Harusnya malu atuh, banyak dapat duit bantuan cuma disuruh rapat aja susahnya minta ampun," kecam dia. (mg3)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template