Banjir Dimana-mana - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Banjir Dimana-mana

Banjir Dimana-mana

Written By Mang Raka on Senin, 14 November 2016 | 19.03.00

-Citarum Meluap, Drainase Mampet

KARAWANG, RAKA - Hujan yang terus mengguyur sejak Minggu (13/11) siang di wilayah hulu Sungai Citarum, lambat laun mulai berbuah bencana di Kabupaten Karawang.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Karawang pukul 22.17 WIB, luapan Sungai Citarum memasuki pemukiman warga di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Telukjambe Timur misalnya, warga RW 12 Perumahan Bintang Alam mulai mengevakuasi barang-barang berharga. Jalanan menuju PT Indo Liberty sudah dipenuhi kendaraan pribadi. "Perumahan Bintang Alam banjir," ucap Kodir (45) relawan Dinas Sosial kepada Radar Karawang.
Di Kecamatan Karawang Barat, luapan air Citarum mulai membanjiri Perumahan Karaba dengan ketinggian 50 centimeter. Akibatnya 100 kepala keluarga mulai mengungsi ke taman perumahan. Hal serupa juga terjadi di Jalan R Mochamad Saleh RT 03 RW 07, Kelurahan Nagasari. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. "Beberapa hari ini, setiap hujan selalu dilanda banjir. Tidak ada kepedulian dari pemerintah," ungkap tokoh masyarakat Nagasari, Budiman Dwipayana.
Sementara di perkotaan Karawang seperti Perumahan Karang Indah, Kelurahan Karangpawitan, banjir yang sudah tiga kali terjadi dalam setahun ini, disebabkan oleh buruknya sistem drainase. Menurut Abdurrahim (43), perlu ada normalisasi drainase agar saluran air tidak mampet. "Sipon tersumbat. Seharusnya ada petugas Cipta Karya yang siaga untuk pembenahan sampah," ungkapnya.
Di Kecamatan Klari, Perumahan Puri I dan D'Griya Kosambi juga dilanda banjir setinggi lutut orang dewasa. Sedikitnya 10 RT tergenang air dari saluran pembuang di belakang perumahan.
Kondisi serupa terjadi di Desa Pasirawi, Kecamatan Rawamerta, yang dialiri saluran pembuang Citarum. Ketinggian air pada pukul 21.56 WIB mencapai 50 centimeter. "Kalau debit air Citarum terus meninggi, banjir akan semakin parah," ungkap warga Dusun Krajan RT 05/01, Desa Pasirawi, Madrahman (50).
Banjir juga melanda tol Jakarta-Cikampek, dengan ketinggian air lebih dari 30 centimeter. Genangan tersebut diduga akibat jebolnya tanggul situ Delta Mas, Cikarang yang berbatasan dengan Kabupaten Karawang. Akibatnya, kendaraan dari arah Cikampek menuju Jakarta tersendat, karena tidak bisa melalui pintu Tol Cikarang Barat hingga dialihkan keluar ke pintu Tol Karawang Barat dan Karawang Timur. "Kendaraan dari arah Cikampek menuju Jakarta kita alihkan masuk ke Karawang, karena kemacetan sudah mencapai KM 50 dari titik kemacetan di KM 38," kata Kasatlantas AKP Rendy Setia kepada wartawan.
Sedangkan di wilayah timur Karawang, pendangkalan Sungai Cibulan-bulan menjadi ancaman nyata bagi sejumlah sawah di beberapa desa seperti Ciwulan, Kalisari, Lemahmakmur sampai Pagadungan Kecamatan Tempuran. Hujan yang mengguyur beberapa hari terakhir, membuat volume debit air sungai yang bermuara ke Ciparagejaya ini meninggi, dan merangsek masuk ke sejumlah tanaman padi. "Kalau hujan deras yang selalu dikhawatirkan kami ialah luapan Sungai Cibulan-bulan yang masuk ke area pesawahan," ungkap seorang petani di Cijalu Pagadungan, Dasim.
Batujaya Siaga Banjir
Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Citarum yang terus merangkak naik, juga membuat jajaran pemerintah kecamatan dan desa di Batujaya meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir.
Kepala Desa Karyamakmur Ipung Hartasim menyebut Tinggi Muka Air (TMA) pada pukul 21.30 WIB mencapai angka 11'90. "Kondisi air Sungai Citarum sudah waspada. Informasi dari PJT II pukul 18.30 WIB tadi, pintu Kedunggede TMA nya 11'50. Dan sudah dibuka kembali. Diperkirakan sampai Batujaya jam 2 dini hari," jelas kades.
Sedangkan untuk wilayah Karyamakmur, air Citarum sudah sampai seperempat tanggul dan diyakini air akan terus naik. "Ini masih terus bakalan naik, makanya saya ronda di tanggul untuk mengantisipasi," jelasnya.
Hanya saja, bagi desanya, tinggi air saat ini masih aman mengingat Karyamakmur masih lebih tinggi dibanding wilayah lain. "Kalau untuk Karyamakmur mah aman, cuma gak tahu kalau desa lain. Biasanya yang paling parah mah Kutaampel sama Telukbango," sebut Ipung. Seluruh elemen, sebut Ipung, sudah siaga. Camat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kecamatan semalam berada di Batujaya.
Kekhawatiran akan banjir juga diutarakan oleh Kepala Desa Karyamulya Alek Sukardi. Pria ini mengaku was-was jika luapan air kembali melanda dan masuk ke rumah-rumah warga. "Waduh kalau sampai banjir lagi ya abis kita. Soalnya Karyamulya paling parah kalau Citarum udah meluap. Hampir 90 persen wilayah kami terendam. Rumah saya aja sampai sedengkul," jelas Sekjen Apdesi Karawang ini.
Parahnya imbas luapan Citarum di Karyamulya, tak bisa dipungkiri karena daerahnya merupakan wilayah yang lebih rendah dibanding daerah lain. "Padahal sebelum Citarum ke rumah saya, itu harus melewati jalan raya dan irigasi. Kalau sudah meluap, lewat semua itu. Banjirnya kemana-mana, karena memang daerahnya lebih rendah," kata Alek.
Sekretaris BPBD Karawang Supriatna mengatakan, lokasi merah banjir di wilayah timur Karawang diakibatkan Sungai Cilamaya dan Kalen Bawah, yaitu Jatisari, Banyusari, Cilamaya Wetan. Wilayah barat dan tengah dipicu oleh Sungai Citarum dan Cibeet yaitu Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Klari, Ciampel, Karawang Barat, Karawang Timur, Rengasdengklok, Jayakerta, Batujaya dan Pakisjaya. "Banjir bisa diakibatkan aliran sungai dan drainase yang tidak baik," ucapnya. (ops/fah/ian/mg2/mg3/rud/psn)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Di tengah bencana yg berulang ini, sehrsnya pemerintah hadir. Mana suara Ibu Bupati dan wakilnya, jangan hanya mengurus disharmoni antara stake-holder, rakyat sangan menunggu solusi dari pemerintah. Mohon dirasa2 gimana rasanya orang kena musibah banjir dlsbnya. Terima kasih.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template