Banjir Besar Menunggu Waktu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Banjir Besar Menunggu Waktu

Banjir Besar Menunggu Waktu

Written By Mang Raka on Jumat, 18 November 2016 | 18.11.00

KARAWANG, RAKA - Bencana di Kabupaten Karawang diprediksi hingga Januari 2017. Masyarakat yang tinggal di lokasi langganan banjir diminta waspada. Hal itu terungkap setelah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei bersama Wakil Bupati Karawang Ahmad 'Jimmy' Zamakhsyari, Deputi II Tanggap Darurat Tri Budiarto, Sekretaris Daerah Karawang Teddy Rusfendi dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Asip Suhendar, memantau langsung kondisi banjir melalui udara, Kamis (17/11) siang.
"Early warning harus diperkuat untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasionalisasi posko, dan dukungan logistik. Sebab status Kabupaten Karawang saat ini dan beberapa kabupaten lainnya adalah darurat banjir," ujar Willem kepada Radar Karawang.
Lebih lanjut Willem memaparkan, Pemerintah Kabupaten Karawang perlu melakukan langkah antisipatif, karena bulan Desember 2016 hingga Januari 2017 intensitas curah hujan akan sangat tinggi. Apabila tidak dilakukan antisipasi, dikhawatirkan pada saat puncak musim hujan Desember-Januari nanti, terjadi banjir yang lebih besar dari banjir beberapa hari lalu. "Karena dari hasil pemantau udara sepanjang Sungai Citarum dan Cibeet di Karawang, sungai sudah tidak berfungsi sebagai mestinya karena rusak ," kata Wilem.
Menurut Wilem, kondisi Sungai Citarum dan Cibeet sudah keluar dari fungsi sungai, dan banyak disalahgunakan seperti banyaknya pabrik batu bata, yang memanfaatkan sendimen sungai yang lembut sebagai bahan baku. Kemudian memanfaatkan sungai kering dalam waktu lama untuk ditanami oleh warga. Selain itu juga terlihat adanya pendangkalan sungai sepanjang Citarum. Sedangkan untuk Sungai Cibeet air sungai berwarna kecoklatan, yang menandakan sudah terjadi sendimentasi yang sangat parah. "Kondisi ini yang membuat ancaman banjir besar bisa terjadi di Karawang," terangnya
Solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak bencana banjir, kata Willem, harus melakukan normalisasi tempat-tempat yang kritis, seperti tikungan sungai di sepanjang Sungai Citarum. "Pekerjaan ini bisa memakan waktu sampai tahun 2019," ujarnya.
Sementara Jimmy menyatakan, penanganan banjir harus ada pembagian tugas antara instansi vertikal, yaitu kehutanan agar merawat hutan lindung,  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan PJT II menjaga bibir sungai agar jangan dirusak warga, juga melakukan pemeliharaan rutin. Sedangkan tugas pemerintah daerah menjaga ruang terbuka hijau, lahan sawah dan hutan, agar tidak menjadi perumahan, termasuk normalisasi drainase.
Pada kesempatan tinjauan langsung ini, BNPB memberikan bantuan finansial bagi korban banjir Karawang sebesar Rp 250 juta. Bantuan tersebut untuk logistik, dan mendukung operasional posko. Simbolis bantuan diberikan langsung kepada wakil bupati. (dri/ops)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template