Awen Meninggal di Pengungsian - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Awen Meninggal di Pengungsian

Awen Meninggal di Pengungsian

Written By Mang Raka on Rabu, 30 November 2016 | 18.44.00

KARAWANG, RAKA - Tidak kuat menahan beban hidup selama di pengungsian, Awen (51) pengungsi konflik agraria meninggal setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, Kamis (24/11) lalu.
Sebelumnya, Awen sakit selama berada di pengungsian yang berlokasi di komplek Islamic Center Al Jihad, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat. Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, Awen jatuh sakit setelah sebelumnya mengalami depresi selama berada di pengungsian. Awen mulai terlihat gelisah setelah mendapat kabar terkait lahan garapannya telah rata setelah dibuldozer pihak Pertiwi Lestari. Awen mengalami kerugian Rp 40 juta, setelah kayu dari pepohonan di lahan garapannya dirusak. "Dia seperti memendam pikiran. Jatuh sakit pada Rabu. Lalu esoknya, Kamis malam meninggal dunia di RSUD Karawang. Dia seperti sangat terpukul kehilangan sumber mata pencahariannya," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan jatidirinya, Selasa (29/11).
Awen semakin sedih setelah mengetahui kayu-kayu yang dirusak itu, rencanannya akan digunakan untuk membayar biaya kuliah anaknya di STIKes Kharisma. Sehingga harapan untuk mendapatkan uang dari penjualan kayu itu tiba-tiba menjadi buyar. "Selama di sini (pengungsian) ia lebih banyak diam, dan termenung hingga akhirnya sakit dan meninggal," terang warga lainnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karawang Rokhuyun A Santosa membenarkan kematian korban. Jenazah korban sudah disemayamkan di kampung halamannya di Kabupaten Subang. Sedangkan biaya perawatan hingga pemakaman ditanggung Pemkab Karawang. Meski begitu, Rokhuyun belum mengetahui perihal penyebab kematian Awen. "Awen sempat ditangani oleh tim medis yang ada di tempat pengungsian. Tapi tim medis memutuskan untuk membawa Awen ke RSUD. Tapi Awen tidak tertolong," kata Rokhuyun.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 187 kepala keluarga dari petani penggarap dari Dusun Kiarahayam, Desa Margakaya, dan Dusun Cisadang, Desa Wanajaya, sempat mengungsi ke kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Komisi Perlindungan Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) di Jakarta karena konflik agraria.
Mereka terpaksa mengungsi selama lebih dua bulan, karena kerap diintimasi oleh oknum-oknum tertentu. Namun pada (14/11) lalu, Pemkab Karawang menjemput mereka dan menempatkan mereka di komplek Islamic Center Karawang. Pemkab sendiri berencana akan memindahkan pengungsi tersebut ke rumah susun Adiarsa. Selain untuk menghemat anggaran, pemindahan pengungsi juga dimaksudkan agar anak-anak pengungsi bisa kembali bersekolah di sekolah yang ada di sekitar rusun tersebut. (ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template