Aripin Butuh Uluran Tangan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Aripin Butuh Uluran Tangan

Aripin Butuh Uluran Tangan

Written By Mang Raka on Jumat, 25 November 2016 | 16.00.00

-Pertumbuhan Terhambat tak Punya Biaya Pengobatan

PAKISJAYA, RAKA - Aripin, anak berusia 15 tahun asal Dusun Tanjungjaya Desa Telukbuyung Kecamatan Pakisjaya sungguh sangat memprihatinkan. Anak dari pasangan Amad dan Parida ini awalnya mengidap penyakit panas 'stip' sejak umur 15 hari. Tubuhnya lalu terkulai kaku seperti tubuh anak usia 3 tahun. Hingga saat ini pertumbuhannya terhambat dan tidak berkembang sebagaimana anak seusianya.
Parida mengatakan, pertumbuhan anaknya tidak terlihat normal sejak terserang penyakit panas saat masih bayi, kedua orangtuanya tidak sempat merujuk ke dokter ahli akibat minimnya biaya. Amad aya Aripin hanya seorang buruh serabutan yang tak mungkin bisa membiayai pengobatan anaknya. "Saya hanya bawa anak saya ke klinik dan puskesmas saja, selebihnya didiamkan di rumah," kata dia kepada Radar Karawang, Kamis (24/11) kemarin.
Pihak kecamatan juga, sambung ibu tiga anak ini, pernah menawarkan pengobatan secara gratis untuk pengobatan Aripin. Namun tetap saja tidak digubris karena jarak dari Kecamatan Pakisjaya menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang terlampau jauh. Kendatipun biaya pengobatan digratiskan, tetap saja membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. "Bukan saya tidak mau mengusahakan, siapa yang tidak sayang sama anaknya sendiri. Tapi kan untuk biaya sehari-hari juga harus dipenuhi, sementara suami saya pengangguran," tambahnya sambil menyusut air mata.Parida berharap ada orang yang terketuk hatinya untuk membantu proses kesembuhan anaknya, dirinya sudah tidak mampu untuk mengupayakan.
Yahaya Lesmana S.sos selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Pakisjaya, terus berusaha dan mengupayakan kesembuhan Aripin dengan merujuk dan mengarahkan pasien untuk dirawat secara intensif di RSUD Karawang. "Namun tidak semata-mata main bawa saja, karena harus ada persetujuan dari orangtuanya," ujarnya.
Hal senada dikatakan Robi selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan yang menjelaskan bahwa dirinya sudah berupaya sekuat tenaga untuk menembuskan surat supaya Aripin bisa mendapat perawatan yang layak. Walaupun bisa dibilang terlambat karena kini usianya sudah 15 tahun. "Namun tidak ada salahnya mencoba untuk diobati, tapi mau bagaimana lagi kalau tanpa izin dari orangtuanya," pungkasnya. (mg3)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template