17 Prajurit Hisbullah Gugur di Telagasari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 17 Prajurit Hisbullah Gugur di Telagasari

17 Prajurit Hisbullah Gugur di Telagasari

Written By Mang Raka on Kamis, 10 November 2016 | 19.03.00

HM Buhari bin H Subandi yang kini berusia 105 tahun merupakan salah satu PKRI yang tergabung dalam kelompok Hisbullah pimpinan KH Noer Ali. Buhari yang tercatat sebagai veteran dengan nomor pokok veteran (NPV) 9.107.069 golongan B, kini tinggal di Dusun Banir RT 02/34 Desa Purwajaya, Kecamatan Tempuran.
Selama menjadi PKRI, ada satu peristiwa yang sulit dilupakannya. Saat menceritakan peristiwa yang terjadi puluhan tahun silam itu, air matanya sempat menetes terutama ketika mengingat 17 rekannya sesama anggota Hisbullah yang ditembak mati tentara Belanda tak jauh dari Jembatan Telagasari.
Dari 17 anggota Hisbullah yang tewas diberondong senapan mesin milik Belanda, sekitar 13-14 jenazah terpaksa dibiarkan tergeletak di dasar irigasi tersebut yang dulunya merupakan kali alam. "Tidak ada yang berani mengambil jenazah mereka karena takut. Sehingga sebagian tubuh dari mereka habis dimakan anjing piaraan Belanda," kenangnya sedih.
Menurut Buhari, 17 rekannya menjadi korban karena kelemahan pejuang, usai menerima informasi yang menyebutkan tentara jalan kaki  dari arah Lemahabang Wadas menuju Telagasari, membawa senjata laras panjang menuju markas mereka. Saat itu lokasinya di sekitar Perempatan Telagasari.
Mengetahui itu, tentara Belanda bersiasat. Mereka berpura-pura memburu ayam milik masyarakat yang tengah berkeliaran dengan cara melemparkan pistol. Mendapat informasi tentara Belanda kehabisan peluru, belasan anggota Hisbullah langsung mengejar tentara tersebut. "Teman-teman tidak menyadari jika tentara Belanda membuat jebakan," ujarnya.
Melihat pejuang Hisbullah termakan umpan, Belanda membiarkan pejuang mengikuti hingga sekitar masjid Telagasari yang sekarang posisinya di samping dealer Yamaha. Posisi Belanda saat itu di seberang irigasi, dekat Pasar Telagasari. Sedangkan pasukan Hisbullah di masjid yang saat itu posisinya lebih rendah. Sehingga tentara Belanda lebih mudah mengamati pergerakan pejuang Hisbullah. "Ketika jarak tembaknya sudah efektif, tentara Belanda langsung menembak mati 17 anggota Hisbullah," kenangnya.
Buhari sendiri mengaku tidak terlibat dalam aksi tersebut. Sebab, tugasnya sebagai anggota Hisbullah bukan untuk bertempur melawan Belanda. "Saya tidak ikut di sana karena tugasku khusus mencari dan membeli senjata pistol," katanya.
Selama menjalankan tugas, Buhari telah menyerahkan lebih dari 20 pucuk pistol kepada pimpinannya. Sebagian pistol tersebut diperoleh dengan cara membeli. Saat itu, khusus di Karawang ada satu daerah yang dijadikan sebagai transaksi jual beli senjata api. "Kampung Bugis di Kecamatan Batujaya, ramai dikunjungi penjual dan pembeli senjata. Namun, pasar senjata itu hanya dilakukan sekali seminggu," kata Buhori tanpa bisa menyebutkan hari pasar senjata tersebut.
Dikatakannya, senjata yang diperjualbelikan di lokasi tersebut umumnya senjata api laras panjang dan laras pendek.  Senjata yang diperjualbelikan tersebut adalah milik masyarakat Indonesia yang bergabung dengan tentara Belanda (KNIL). Sayang, Buhari tidak ingat harga pistol yang dibelinya saat itu. Buhari hanya mengingat pernah dibegal masyarakat, setelah belanja senjata di sekitar Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya. "Habis beli senjata saya pulang naik sepeda. Pistol yang baru saja saya beli sudah saya selipkan di pinggang kiri dan kanan. Makanya ketika dibegal, saya langsung cabut senjata dan mereka langsung kabur," cerita Buhori.
Selain dirinya, dua adiknya juga ikut berjuang melawan Belanda. Namun dua adiknya Bahrudin dan Sibli gugur saat pertempuran di sekitar Kecamatan Rawamerta. Buhori juga mengaku sempat dilatih tentara Jepang. Ia pun sempat mengucapkan cara melaporkan kekuatan pasukan dengan menggunakan bahasa Jepang. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template