13 Setwan Jadi Saksi Kasus Bimtek Fiktif DPRD - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 13 Setwan Jadi Saksi Kasus Bimtek Fiktif DPRD

13 Setwan Jadi Saksi Kasus Bimtek Fiktif DPRD

Written By Mang Raka on Selasa, 29 November 2016 | 17.56.00

PURWAKARTA,RAKA - Pengadilan Tipikor Bandung, memanggil 13 pegawai Sekretariat DPRD (Setwan) untuk dimintai kesaksianya terkait persidangan kasus bimtek fiktif DPRD Purwakarta tahun 2015, Senin (28/11) kemarin.
"Agenda sidang kedua perkara bimtek fiktif, pemeriksaan saksi-saksi. Kali ini belasan pegawai Setwan dimintai kesaksiannya oleh majelis hakim. Diantarnya Ade Abrag Mutatohiri, Ahmad Syarudin, Aji Saefuloh, Andi Tri Oktavianto, Saripudin, Firmansyah, H.Iwa Gartiwa, Junaedi, Kamong, Karsana, Karyanto, Kris Anton Mega Nugraha dan M. Irsyad Darma Kusumah," ujar Kuasa Hukum Mantan Sekretaris DPRD Purwakarta, Maulana Syachrul Koswara dan Event Organizer (EO) Kegiatan, Qodariah Arianto, Drs. H. Entis Sutisna, SH., MM, melalui sambungan selulernya.
Menurutnya, ini sidang kedua soal kesaksian para pihak terkait yang berasal dari Sekretariat DPRD Purwakarta, agenda selanjutnya saksi-saksi dari pimpinan di Setwan lalu kemudian kesaksian para anggota DPRD dan sejumlah pimpinan DPRD Purwakarta. "Bisa saja para saksi bisa menjadi tersangka, jika minimal dua alat bukti mengindikasikan ke hal tersebut, tentu saja atas permintaan kuasa hukum dan dengan persetujuan Ketua Majelis Hakim," ungkapnya.
Kemudian, dari persidangan pemeriksaan saksi-saksi dapat disimpulkan, para saksi bertugas melihat, ikut dan mendampingi anggota dewan yang akan bimtek, tetapi sampai di Bogor, lokasi bimtek, tidak ada satupun anggota dewan yang datang bimtek di Bogor, sampai akhirnya para saksi menginap di tempat bimtek. "Itu sudah SOP atas perintah tugas dari pimpinan Setwan. Tapi terkait siapa yang memutuskan anggota dewan tidak datang, mereka tidak tahu, dan bukan domain para saksi memutuskan hal tersebut," tuturnya.
Yang menarik, lanjut Entis Sutisna, dalam persidangan jaksa memperlihatkan bukti surat dari pimpinan dewan, terkait alasan kenapa dewan tidak datang dalam bimtek. "Dalam surat tersebut alasannya, karena ada kegiatan lain," katanya.
Yang jadi pertanyaan, kemana uang yang diangap kerugian negara yang diduga dipakai klien saya. "Malah, klien saya saudara Qodariah dalam perkara ini malah menjadi pihak yang dirugikan," pungkasnya. (gan)


Nama-nama pegawai Setwan yang dipanggil Pengadilan Tipikor
1. Ade Abrag Mutatohiri
2. Ahmad Syarudin
3. Aji Saefuloh
4. Andi Tri Oktavianto
5. Saripudin
6. Firmansyah
7. H.Iwa Gartiwa
8. Junaedi
9. Kamong
10. Karsana
11. Karyanto
12. Kris Anton Mega Nugraha
13. M. Irsyad Darma Kusumah

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template