WPLHRI Desak Kejari Eksekusi Kalimati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » WPLHRI Desak Kejari Eksekusi Kalimati

WPLHRI Desak Kejari Eksekusi Kalimati

Written By Mang Raka on Selasa, 11 Oktober 2016 | 14.30.00

PURWAKARTA, RAKA - Ketua DPP Wahana Pemerhati Lingkungan Hidup Republik Indonesia (WPLHRI) Teddy M Hartawan, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta untuk mengeksekusi putusan PN Purwakarta Nomor 133/Pid.B/LH/2016/PN Pwk Tahun 2016 Pengadilan Negeri (PN) setempat, berkenaan dengan pencemaran lingkungan yang terjadi di Danau Kalimati yang dilakukan oleh korporasi PT Indo Bharat Rayon (IBR).
"Putusan PN Purwakarta Nomor 133/Pid.B/LH/2016/PN Pwk Tahun 2016 sudah berkekuatan hukum tetap, dibacakan sejak 23 Juni 2016 lalu. Apa lagi yang ditunggu pihak penegak hukum?" ujar Teddy, Senin (10/9).
Jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut, kata dia, dikhawatirkan dampak pencemaran lingkungan Kalimati yang berlokasi di Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao itu akan bertambah luas. "Selain denda sebesar 1,5 miliar. Dalam putusan tersebut korporasi juga diwajibkan membersihkan limbah B3 yang ada di danau tersebut sesuai dengan Permen LH nomor 33 tahun 2009 tentang tata cara pemulihan lingkungan terkontaminasi limbah B3," jelasnya.
Dalam putusan persidangan kasus pencemaran lingkungan, PT IBR Purwakarta terbukti melakukan tindak kejahatan lingkungan hidup, PT IBR yang diwakili oleh Direktur Keuangan, Shignath Agarwalla divonis penjara 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun, denda Rp1,5 miliar. Selain kedua hukuman tersebut, putusan Majelis Hakim yang waktu itu dipimpin Barita Sinaga, SH, MH itu juga memvonis perusahaan yang berlokasi di Desa Cilangkap Kecamatan Babakan Cikao itu dengan sejumalah pidana tambahan diantarannya berupa; Clean Up (membersihkan limbah) di Rawa Kalimati. "Pidana tambahannya, dengan biaya perusahaan, PT. IBR harus mengembalikan kondisi Rawa Kalimati seperti semula: harus clean up rawa tersebut, berkoordinasi dengan badan lingkungan hidup," kata Barita dalam amar putusannya, pada media Juni 2016 lalu.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta hanya menuntut PT IBR dengan denda Rp 1 miliar dan merehabilitasi Kalimati yang kini dangkal karena material limbah B3. JPU sendiri mendakwa PT IBR dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 104 a jo Pasal 116 ayat (1) huruf a jo Pasal 119 jo Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana. (awk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template