Waspadai Tanggul Rawan Jebol - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Waspadai Tanggul Rawan Jebol

Waspadai Tanggul Rawan Jebol

Written By Mang Raka on Jumat, 07 Oktober 2016 | 15.00.00

KLARI, RAKA - Sudah saatnya Karawang memiliki deteksi bencana alam. Apalagi kabupaten ini termasuk diantara daerah-daerah yang paling sering dilanda bencana banjir. Melalui alat itu nantinya, ancaman bencana bisa diketahui secara dini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Asep Suhendar mengaku deteksi dini sejumlah bencana selama ini masih dilakukan secara manual karena belum adanya alat deteksi banjir yang mutakhir. "Untuk banjir sendiri kita melakukan penghitungan dari TMA (tinggi muka air) milik PJT2 di tiga titik yakni TMA Walahar, Kedunggede dan Sypon Cibeet," ungkap Asep saat memantau kondisi Bendungan Walahar, kamis (6/10).
Masih dikatakan Asep, pihaknya akan menghitung secara manual kecepatan debit air yang akan mengalir masuk ke dalam kawasan rawan banjir. Dari penghitungan tersebut, pihaknya segera melakukan antisipasi banjir diwilayah rawan. "Misalnya air mengalir ke Batujaya yang merupakan rawan banjir membutuhkan waktu satu jam. Setelah kita peringatkan masyarakat disana untuk mengantisipasi sejumlah tanggul rawan jebol," ucapnya.
Selain itu, dia menjelaskan, pihak BPBD telah melakukan pendataan di 5 titik tanggul di empat sungai di Karawang. Satu titik di Sungai Cibeet, dua titik di Citarum, satu titik di Sungai Cilamaya dan satu titik lagi di Sungai Ciherang. “Kami juga sudah kordinasi dengan BBWS yang sudah siap untuk segera melakukan perbaikan tanggul tersebut," ucapnya.
Sementara itu, dia menyebutkan,  hujan di Karawang akan menyebabkan potensi banjir di wilayah di lima sungai tersebut. "Kalau pun tidak hujan, kita waspadai banjir kiriman dari Sungai Cibeet yang hulunya di Bogor, Sungai Citarum yang hulunya di Bandung dan Purwakarta, Sungai Ciherang yang hulunya di Purwakarta dan Sungai Cilamaya yang hulunya di Subang," jelasnya.
Adapun  untuk wilayah rawan longsor, Asip menyebutkan pihaknya sama sekali belum memiliki alat deteksi bencana. "Insya Allah baru mau kita anggarkan di tahun depan," tuturnya.
Kendati demikian, pihak BPBD terus melakukan himbauan kepada masyarakat untuk waspada menghadapi kemungkinan bencana  banjir atau pun longsor. "Kita selalu menghimbau masyarakat bergotong royong membersihkan dan menjaga lingkungannya. Untuk wilayah longsor , coba masyarakat tidak menebang pohon sembarangan dan rajin untuk menanam pohon," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template