Was-was Tanggul Citarum Jebol - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Was-was Tanggul Citarum Jebol

Was-was Tanggul Citarum Jebol

Written By Mang Raka on Jumat, 14 Oktober 2016 | 14.00.00

RENGASDENGKLOK,RAKA- Ancaman banjir pada musim hujan tetap membuat cemas sebagian masyarakat di wilayah hilir, terutama di kawasan bantaran Sungai Citarum. Mengingat, pergantian musim kemarau ke musim hujan diperkirakan jatuh sekitar akhir tahun ini. Parahnya, sejumlah titik tanggul sudah mulai amblas serta patah-patah. Hal ini jelas membuat masyarakat gusar.
Kendati, seperti disebutkan salah satu warga bantaran sungai di Desa Dewisari, Bambang Utomo, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, warga bantaran sungai Citarum tidak lagi terlalu cemas dengan ancaman banjir dari luapan air Sungai Citarum. Meskipun, debit air sungai meningkat pada musim hujan tahun ini. Namun ia mengakui kekhawatiran tetap saja ada. "Tinggi bantaran tanggul sudah ditingkatkan di sepanjang wilayah hilir, terkecuali volume air dari wilayah hulu menyebabkan tekanan air melebihi kapasitas tanggul Citarum. Pemerintah baru meninggikan tanggul, belum sampai memastikan kekuatan tanggul,"ungkapnya.
Saat ini, sambung Bambang, peningkatan ketinggian tanggul mulai dikerjakan perusahaan rekanan di sepanjang kawasan bantaran sungai Citarum Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok. Kendati, melihat karakter tanah di sepanjang bantaran sungai Citarum, warga masih meragukan kapasitas tanggul mampu menahan tekanan air di musim penghujan nanti. "Tanahnya belum padat, baru ditinggikan saja. Mengingat di wilayah kami termasuk salah satu titik belokan, pelaksana normalisasi sungai Citarum diminta sekaligus melaksanakan pemadatan tanah tanggul," ungkapnya.
Hingga kini, sebut salah satu korban banjir tahun lalu, Teguh al Munir, ancaman banjir di musim hujan memang perlu disikapi warga. Mengingat, sambung dia, dampak kerugian yang perlu dikhawatirkan. "Kita semua harus waspada tiap musim hujan tiba. Semua kudu jeli melihat keadaan,"kata dia.
Kondisi seperti itu mulai menggugah kesadaran warga untuk ikut berbicara. Menyusul cuaca hujan sebentar lagi tiba. Jun Junaedi, warga Pakisjaya menjelaskan, bahwa dampak terparah akibat banjir luapan air sungai Citarum berada di wilayah hilir, termasuk di wilayah Pakisjaya. "Selain dalam proses pembelajaran saja. Contoh paling kongkret adalah UPTD, institusi itu justru khawatir dengan kondisi aset pemerintah daerah, semisal perlengkapan sekolah, kursi dan meja belajar serta buku sekolah. Setiap kali banjir, tidak sedikit jumlah kerugian akibat kerusakan aset sekolah setelah terendam air banjir," ungkap Jun, mengulas banjir luapan sungai Citarum.
Ia merasa perlu was-was, mengingat, luapan air dari Sungai Citarum masih berpotensi menengelamkan sejumlah desa di Kecamatan Pakisjaya, Karawang, termasuk dengan sarana dan fasilitas pemerintah. "Bahkan, pihak Kemenag sempat mengkhawatirkan dampak banjir yang melanda Karawang saat ini. Warga Pakisjaya lebih khawatir jika banjir tidak cepat surut, karena bakal menyebabkan dampak kerugian yang lebih besar,"ungkapnya.(fah)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. seharusnya tanggul citarum itu di kontrol jngn mw musim aj baru pada panik

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template