Warung Makan Di Puncak Gunung Sangga Buana - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warung Makan Di Puncak Gunung Sangga Buana

Warung Makan Di Puncak Gunung Sangga Buana

Written By Mang Raka on Senin, 10 Oktober 2016 | 13.30.00

JALUR pendakian Gunung Sangga Buana lumayan terjal. Ada yang bilang tanjakan dan kontur tanahnya persis Gunung Cireme. Bahkan ada yang bilang gunung ini adalah Gunung Lawunya Jawa Barat.

Gunung Sangga Buana berada di Kabupaten Karawang, tepatnya di daerah Loji, Kecamatan Pangkalan. Gunung ini terletak di perbatasan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Karawang, Purwakarta dan Kabupaten Cianjur. Ada beberapa Curug (Air Terjun) yang berada di kaki Gunung Sangga Buana, yang paling terkenal yaitu Curug Cigentis dan Curug Bandung.
Diawal jalur pendakian akan menjumpai areal pesawahan warga dengan latar belakang bukit-bukit yang sangat indah. Selang beberapa  saat selepas areal pesawahan, akan menemukan sebuah perkampungan penduduk yang hanya terdiri dari beberapa keluarga saja. Di perkampungan kecil ini terdapat sejumlah kuburan tepat berada di tengah jalan. Selepas perkampungan kecil tersebut kita akan menjumpai areal persawahan yang cukup luas. Setelah itu kita akan memasuki hutan yang tidak begitu rapat. Dari situ jalur pendakian sesungguhnya dimulai. Medan yang menanjak dan terjal mewarnai pendakian, meski sesekali ada juga jalur landai.
Pendaki yang mendaki jalur ini akan menemui sebuah pancuran. Masyarakat sekitar Gunung Sangga Buana menyebut pancuran ini dengan nama Pancuran Kejayaan. Di sekitaran pancuran ini juga terdapat bangunan kecil yang bisa dijadikan sebagai tempat istirahat. Setelah pancuran ini pendaki akan menjumpai tanjakan curam yang dikenal dengan sebutan tanjakan dua jam. Dinamai begitu karena untuk menempuh tanjakan ini rata-rata membutuhkan waktu dua jam pendakian. Apalagi pada saat musim hujan jalur ini akan terasa sangat licin dan menguras tenaga.
Setelah melewati tanjakan ini pendaki akan sampai pada sebuah tempat yang cukup lapang. Di tempat ini juga berdiri sebuah bangunan yang terbuat dari kayu. Disini pendaki bisa beristirahat sembil menikmati indahnya panorama alam. Jika tidak ingin bermalam di areal puncak, pendaki bisa ngecamp disini. Untuk sampai di puncak Gunung Sangga Buana dari dataran berbentuk lapangan itu hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Puluhan bangunan kecil menyerupai rumah berjejer rapi begitu sampai di puncak gunung. Rumah-rumah tersebut berisi makam-makam yang entah bagaimana bisa ada dipuncak gunung itu. Namun menurut sejumlah sumber makam-makam itu merupakan makam nenek moyang penduduk asli Karawang. Kuburan-kuburan inilah yang membuat banyak orang mengunjungi Puncak Gunung Sangga Buana. Di puncak ini juga ada sebuah warung yang menjual beraneka macam makanan, mulai dari nasi, lauk, makanan ringan, air mineral, serta kebutuhan pokok lainnya. Tidak percaya? (yfn/ari)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template