Warga Kotabaru Minta Jalupang Ditutup - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Kotabaru Minta Jalupang Ditutup

Warga Kotabaru Minta Jalupang Ditutup

Written By Mang Raka on Senin, 03 Oktober 2016 | 13.30.00

KOTABARU, RAKA - Keluhan soal pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) Jalupang terus bergulir. Warga Kotabaru bahkan meminta agar tempat itu ditutup.
"Baunya sangat menyengat, para petani yang lahannya berbatasan dengan TPA Jalupang juga selalu ngeluh," ujar warga Pangulah Baru, Ahmad Jamaludin (25) kepada Radar Karawang, Minggu (2/10).
Dia mengaku merasa aneh dengan kebijakan pemerintah, yang menempatkan tempat pembuangan akhir sampah di lahan teknis, dan tidak jauh dari permukiman warga. Dia meragukan hasil kajian yang dilakukan oleh pemerintah, atas pembangunan TPA Jalupang sejak awal. Bahkan setelah hadirnya TPA itu, tidak memberikan dampak positif untuk warga sekitar. "Yang jelas, warga Kotabaru banyak yang dirugikan. Terutama baunya dan limbahnya yang menyampuri air di areal pesawahan," ujarnya.
Tokoh masyarakat Kotabaru, Yarhadi, SH, juga mengeluhkan keberadaan TPA Jalupang. Dia menegaskan pembangunan TPA Jalupang sangat bertentangan dengan perundang-undangan, yang mengatur bahwa lahan teknis berkelanjutan tidak boleh dialihfungsikan. "Ini yang melakukan alih fungsinya pemerintah. Bagaimana warganya mau mengikuti aturan yang ada," tegasnya.
Dia juga mengaku sudah cukup lama melakukan pemantauan terhadap kondisi TPA Jalupang. Dari tahun ke tahun, luas lahan untuk TPA ternyata terus bertambah. Bahkan para petani yang memiliki lahan sawah di sekitar TPA, juga terpaksa melepas sawahnya karena hasilnya tidak baik. "Orang sawahnya kena limbah terus. Petani juga selalu gatal-gatal kalo nyawah disana. Makanya gak ada pilihan saat ada tawaran pembebasan lahan pasti langsung diberikan," paparnya.
Ia melanjutkan, warga menghendaki TPA Jalupang dipindahkan ke daerah yang jauh dari permukiman penduduk, dan tidak di atas lahan teknis. "Warga ingin TPA dipindahkan. Karena sangat mengganggu. Harusnya pindah ke lahan yang jauh dari permukiman, dan lahan mati atau bukan lahan teknis," pintanya.
Sementara Kepala Desa Wancimekar Alih Miharja, baru-baru ini menyampaikan bahwa kehadiran TPA Jalupang tidak memberikan dampak positif apa-apa terhadap warga. "Tidak ada konvensasi apapun. Tidak memberikan efek positif bagi warga," ujarnya singkat. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template