Warga Kampung Cijati Rawan Korban Longsor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Kampung Cijati Rawan Korban Longsor

Warga Kampung Cijati Rawan Korban Longsor

Written By Mang Raka on Selasa, 25 Oktober 2016 | 15.30.00

TEGALWARU, RAKA - Bukit Cipaga di perbatasan Desa Mekarbuana dan Wargasetra dikhawatirkan longsor. Ancaman itu memungkinkan terjadi terlebih kondisi saat ini disejumlah titik di lokasi tersebut nyaris berubah dari lahan-lahan perkebunan.

Lahan perbukitan Cipaga sebagiannya memang lahan milik masyarakat sekitar. Tapi di musim hujan mereka kadang memanfaatkan lahan untuk menanam jenis tanaman yang kurang produktif seperti sayur mayur dan kacang-kacangan. Yang disayangkan warga kurang menyadari bahaya dari kegiatan pencacaran tanah karena bisa memicu longsor. Padahal persis dibawah pebukitan tersebut ada Kampung Cijati, Desa Mekarbuana yang dihuni sekitar 400 jiwa di dalamnya.
Eman (32), warga Kp. Cijati menyampaikan kegiatan pencacaran tanah itu sudah berlangsung lama. Pemilik lahan melakukan itu karena didesak kebutuhan sehingga lahannya dialih fungsi dengan ditanami jenis kacang-kacangan. Ketika di singgung perihal bahayanya menanam tanaman tersebut, Eman mengatakan tidak pernah terjadi karena lahan bercadas hingga dianggapnya aman-aman saja. "Saya tahu tanahnya aman karena bercadas makanya mereka (para pekebun dilereng bukit Cipaga, red) berani bercocok tanam dilahan itu," ucap Eman, Senin (24/10).
Senim (30) warga lainnya mengatakan hal itu jarang dilakukan oleh warga pencacaran itu karena di lahan sendiri. Dirinya menambahkan ada pula warga yang sengaja tanam pohon yang produktif dengan jangka waktu yang agak lama hingga areal perbukitan tidak seperti dibabat habis oleh petani perbukitan. "Mereka rata-rata tanam pohon sengon (jati belanda) jadi jarak tanam sekitar 5 atau sampai 7 tahun saja. Makanya momentum tebang tidak serta merta langsung bisa dikerjakan secepatnya sehingga hutannya jadi lebih aman. Biar begitu saya tetap berharap agar perbukitan Cipaga dibiarkan alami dengan pohon-pohon penahan longsornya sehingga tidak ada ancaman longsor," tandasnya.
Sementara Teddi (35), tokoh pemuda Desa Warga Setra menambahkan, kesadaran warga berkenaan dengan menjaga kelestarian alam masih perlu ditumbuhkan. Sebab, apapun alasannya mestinya lebih mendahulukan kepentingan orang banyak. "Mereka kan hanya memikirkan kebutuhannya saja terpenuhi. Soal dampak lingkungan yang sekiranya timbulkan itu kan tidak sempat terpikirkan," tandas Teddi. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template