Warga Jomin Tertipu Rp 38 Juta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Warga Jomin Tertipu Rp 38 Juta

Warga Jomin Tertipu Rp 38 Juta

Written By Mang Raka on Rabu, 12 Oktober 2016 | 16.00.00

-Rumah yang Disewa Ternyata Bermasalah

KOTABARU, RAKA - Ini pelajaran bagi yang ingin mengontrak rumah. Selain harus jelas status lahan yang disewakan, akad kontrak juga harus jelas agar di kemudian hari tidak rugi.
Seperti yang dialami Asep Iskandar (55) warga RT 02/07, Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru, Selasa (11/10) kemarin. Rumah yang dikontraknya selama dua tahun ternyata bermasalah. Pasalnya, baru satu tahun ditempati, rumah yang berdiri di atas lahan seluas 503 m2 itu dieksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Karawang. "Saya menyewa selama 2 tahun, dengan nilai Rp 38 juta. Saya tidak tahu kalau rumah ini bermasalah. Sekarang diminta pengadilan untuk dikosongkan," ujarnya.
Diketahui, PN Karawang mengeksekusi lahan serta bangunan rumah milik Samsudin bin Emin di Jalan Bakan Tambun RT 001/007, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru. Eksekusi tersebut berdasarkan hasil penetapan PN Karawang nomor :11/Pen.Pdt/Eks/2016/PN.Kwg Jo.nomor 3/Eks/L/2016/PN.Kwg. Juru Sita Pengadilan Negeri Karawang, Ahmad Komarudin mengatakan, eksekusi dilakukan setelah gugatan Hasan Basri warga Jalan Temurung A-17/23 RT 004/004, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakara Timur, dikabulkan oleh PN Karawang.
"Ini hasil pemohon yang dikabulkan oleh PN Karawang, untuk mengeksekusi sebidang tanah milik Samsudin bin Emin warga Pucung, Kecamatan Kotabaru," ujar Ahmad di sela-sela eksekusi.
Menurutnya, juru sita melakukan pengosongan terhadap barang milik pemohon eksekusi, yang telah dibeli melaluli pelelangan. Pelelangan tersebut dilaksanakan di kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Purwakarta, sesuai risalah lelang nomor:602/2015 tanggal 27 Nopember 2015. "Lahan milik Samsudin kini sudah menjadi milik Hasan Basri. Jadi Samsudin kini sudah tidak punya kekuatan hukum lagi terhadap tanah dan rumah tersebut," paparnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, proses terjadnya penyitaan lahan milik Samsudin tersebut, sudah berdasarkan ketetapan hukum. Bahwa PN Karawang melakukan eksekusi sebidang tanah milik Samsudin berdasarkan pemohon eksekusi. "Pemohon eksekusi telah mengajukan permohonan eksekusi pengosongan kepada Ketua Pengadilan Negeri Karawang dengan surat tertanggal 20 Juli 2016," jelasnya.
Berdasarkan surat penetapan ketua Pengadilan Negeri Karawang, eksekusi dilakukan. Proses eksekusi juga sudah sesuai prosedur, karena seblumnya PN Karawang telah melakukan peneguran dalam tenggang waktu 8 hari, terhitung sejak hari dan tanggal peneguran. Akan tetapi termohon eksekusi maupun wakilnya tidak hadir tanpa alasan yang sah. "Karena pihak termohon eksekusi sampai batas waktu peneguran tersebut, belum juga mengosongkan dan menyerahkan tanah dan bangunan," ujarnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template