Upacara Hari Santri Nasional - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Upacara Hari Santri Nasional

Upacara Hari Santri Nasional

Written By Mang Raka on Senin, 24 Oktober 2016 | 15.30.00

- Seribuan Siswa Madrasah Kumpul di Ponpes Nihayatul Amal Purwasari

PURWASARI, RAKA - 22 Oktober ditetapkan pemerintah sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk memperingati dan merefleksikan perjuangan kaum santri pada masa kemerdekaan itu, salah satunya dengan mengadakan upacara. Di Kecamatan Purwasari, upacara dipusatkan di Pondok Pesantren Nihayatul Amal, Sabtu (23/10) kemarin. Sedikitnya, 1.200 siswa madrasah se- Kecamatan Purwasari kumpul di pesantren yang berada di Kampung Serang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari ini.
Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nihayatul Amal Purwasari, Halimi MM, menyambut baik adanya peringatan HSN ini. Di Kecamatan Purwasari, HSN diperingati dengan mengadakan upacara. Sekitar 1.200 siswa madrasah se- Kecamatan Purwasari hadir, terdiri dari 43 Diniyah Takmiliyah Awaliya (DTA), 10 Raudlatul Athfal (RA), 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 3 MTs) dan 2 Madrasah Aliyah (MA). "Acara berlangsung meriah dan khidmat. Sekitar 1.200 peserta hadir dari madrasa se- Kecamatan Purwasari, mulai dari DTA, RA, MI, MTs dan MA. Acaranya disini dengan mengadakan upacara," ungkapnya, pada Radar Karawang, Sabtu (23/10) kemarin.
Menurutnya, adanya HSN merupakan salah satu bentuk pengakuan negara terhadap kaum santri dan pesantren. "Kalau sudah begini, kita sebagai umat Islam dan santri, termasuk para guru dan kepala sekolah madrasah, merasa diakui negara. Ini merupakan peringatan HSN kedua setalah ditetapkan oleh pemerintah 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional," katanya.
Halimi berharap, kedepan tak ada lagi perbedaan antara lembaga pendidikan di bawah Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dengan yang berada di bawah Kementrian Agama (Kemenag). Menurutnya, semua lembaga pendidikan memiliki tujuan sama untuk mencerdaskan anak bangsa dan meningkatan indeks pembangunan manusia. "Jangan ada perbedaan antara lembaga di bawah kemendiknas dan kemenag, dua-duanya harus sama diakui dan diperhatikan oleh pemerintah," pungkasnya. (asy)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template