Tol Cikampek Tempat Buang Mayat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tol Cikampek Tempat Buang Mayat

Tol Cikampek Tempat Buang Mayat

Written By Mang Raka on Selasa, 25 Oktober 2016 | 15.30.00

Jalan tol Jakarta-Cikampek yang membentang 73 kilometer, mulai dari Cawang (Jakarta) berakhir di Cikopo (Purwakarta) selain kerap dijadikan lokasi transaksi narkoba, juga menjadi tempat favorit para pembunuh membuang korbannya. 
Berdasarkan catatan Radar Karawang, sedikitnya empat jenazah ditemukan di beberapa titik di Tol Cikampek. Akhir bulan Maret misalnya, sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan membusuk di pinggir jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 16. Saksi mata, Nurzaeni (25) menjelaskan, penemuan itu bermula ketika dirinya sedang memotong rumput di pinggir Jalan Tol Jakarta-Cikampek. "Awalnya mencium bau busuk, saya cari bau itu, enggak jauh dari pinggir jalan ternyata mayat sudah membusuk," katanya.
Satu bulan berikutnya, tepatnya tanggal 4 April, sesosok mayat wanita ditemukan tergolek di pinggiran jalan tol Cikampek KM 67. Korban diketahui bernama adalah Pipit Yulianti (32), warga Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Bandung. Kakak korban, Eko Haryanto di Kamar jenazah RSUD Karawang, mengatakan sebelum tewas, Pipit pergi bersama kekasihnya. "Korban tidak mengatakan mau pergi kemana, tapi ponselnya sudah tidak aktif dari malam minggu," jelasnya.
Di bulan yang sama, tepatnya tanggal 22 April, pria bertato ditemukan tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan tol Cikampek Km 22. Saat ditemukan, tak ada kartu identitas yang menunjukkan jati diri pria yang usianya diperkirakan 38 tahun itu. Janazah pria bertinggi sekitar 165 cm, dengan baju kaos biru dan celana olahraga abu-abu bergaris putih, itu kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk divisum.
Sementara bulan Juni, jenazah pria tanpa identitas ditemukan oleh seorang pemungut sampah di ruas Jalan Tol Cikampek Km 42 B, di kawasan Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat. Saat ditemukan, jenazah yang kemudian diketahui kurir PT Sindak Ekspres, dalam keadaan tertelungkup di semak-semak. Jenazah ini pun ditemukan dalam keadaan yang mengenaskan yaitu dalam keadaan kepala pecah, dan di sekujur tubuhnya banyak luka akibat benda tajam, dan kedua tangannya pun dalam keadaan patah.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Karawang Ajun Komisaris Hairullah mengatakan, jenazah itu adalah Jasmari, 38 tahun. "Diduga kuat dia jadi korban pencurian dan kekerasan," ujar Hairullah saat itu.
Kriminolog UI, Erlangga mengatakan, kasus pembunuhan yang mayatnya dibuang dalam tol sulit teridentifikasi. Sebab, jalan tol merupakan lokasi yang padat, dan menyebabkan orang tidak terfokus dengan apa yang terjadi di sekelilingnya. Berbeda dengan tempat sepi yang memudahkan orang untuk curiga. "Setiap pelaku pembunuhan berupaya untuk menghilangkan identitas agar tidak diketahui," ujarnya.
Solusinya, kata Erlangga, polisi dan pemerintah daerah ataupun pusat harus melakukan pembentukan karakter masyarakat, agar apabila ada konflik jangan selalu berakhir dengan pembunuhan. Selain itu, lanjutnya, hukuman bagi para pelaku pembunuhan harus diterapkan dengan tegas seberat-seberatnya. "Kalau kedua itu ditegakan, saya yakin pembunuhan dapat berkurang. Kalau masang CCTV di setiap fasilitas umum dan sosial, rasanya negara kita belum mampu," ungkapnya. (tm/rk/sn/psn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template