Tawuran Telan Korban, IPNU Kritisi Satgas Pelajar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tawuran Telan Korban, IPNU Kritisi Satgas Pelajar

Tawuran Telan Korban, IPNU Kritisi Satgas Pelajar

Written By Mang Raka on Sabtu, 08 Oktober 2016 | 15.30.00

TELAGASARI, RAKA - Pecahnya tawuran antar pelajar hingga menelan korban jiwa di Kecamatan Purwasari menyulut perhatian serius Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Karawang. Selain sekolah, dinas dan keluarga, aparat Kepolisian dianggap kecolongan mencegah kebiasaan buruk ini terjadi di kalangan pelajar.
Dikatakan anggota Satgas Corps Brigadir Pelajar (CBP) IPNU Karawang, Rano Supriyatno mengatakan, pecahnya gesekan antar pelajar yang berbeda sekolah, harus menjadi perhatian serius pemerintah dan semua pihak, terutama aparat kepolisian. Kurang tegasnya tata tertib di sekolah dan acuhnya keluarga, kadang-kadang menjadi faktor utama pelajar di Karawang terjerat perilaku menyimpang ini. Dengan jatuhnya korban jiwa, sebut Rano, harus menjadi catatan aparat kepolisian menugaskan para Babinkamtibmas di desa-desa. Namun justru kecolongan hingga sampai ada pelajar meregang nyawa.
Ia khawatirkan, mental pelajar dewasa ini melebihi kekejaman kaum PKI yang sudah terjelembab pada jurang kenakalan. Pendidikan keluarga yang sigap dan memantau setiap perkembangan akademik harus ditinjau menyeluruh para orangtua. Bila perlu sampai mengontol media sosial. Sebab paska menelan korban, bukan tidak mungkin terjadi persekutuan antar sekolah untuk melakukan aksi balasan. "oknum kenakalan pelajar saat ini sudah melebihi PKI, benteng kuat keluarga, agama dan sekolah berkontribusi besar untuk mengevaluasi tingkah laku anak dewasa ini," kata dia.
Ketua PC IPNU Karawang, Kiki Nugraha mengatakan, pihaknya meminta ketegasan aparat kepolisan dalam mengantisipasi tawuran selama ini. Tidak cukup dengan pembinaan dan sosialisasi, sebab, di media sosial, dengan lantangnya para pelajar di Karawang saling hujat atas nama fanatisme almamater. Saling ejek hingga bahasa-bahasa yang sudah tidak layak. Selama ini, ia pertanyakan, dimana Satgas Pelajar yang dibentuk Dinas Pendidikan? Karena efektifitasnya belum begitu dirasakan, bahkan lebih jauhnya, para pejabat dinas dewasa ini lebih banyak menyosialisasikan program yang sasarannya untuk siswa seperti pembelajaran. Baca Tulis Quran (BTQ) atau lainnya kepada guru-guru, bukan kepada para siswanya langsung. "Kemana Satgas pelajar bentukan dinas itu? Kalau tawuran saja masih susah diminamilisr, dinas sama saja buang-buang duit bikin program itu," kata dia.
Lebih jauh ia berharap, aparat penegak hukum bisa semakin tegas menindak oknum pelajar yang kedapatan membawa obat-obatan Eximer, senjata tajam dan lainnya, apalagi yang sampai membunuh. Tidak cukup diberi surat pernyataan dan memanggil orangtua, harus ada tindakan lain yang bisa membuat jera para pelajar nakal ini. "Belum ada efek jera meredam aksi tawuran ini, karena sebatas pernyataan dan memanggil orangtua saja kemudian bebas, ya selamanya akan seperti ini," kata dia. (rud)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Bikin absen pakai sidik jari... 2 hari tanpa keterangan keluarkan... (harap dinas pendidikan membuat peraturan tersebut, dengan menggunakan uang BOS, jangan minta lagi nanti ada aja anggaran yang di selip-selip ga jelas ujung-ujungnya nyalahin oknum tertentu, kendala ini dan itu, dan lain-lain) intinya sekolah itu tempat anak yang mau sekolah, yang ga mau tanpa keterangan 2 hari keluarkan biarkan saja di luar, biar orangtuanya yang mendidik, jadi gelandangan biarin orang gila aja ga di urus sama siapa pun hidup kok, masa orang waras ga sekolah, jadi gelandangan ga hidup.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template