Sertifikasi Guru Bakal Dicabut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sertifikasi Guru Bakal Dicabut

Sertifikasi Guru Bakal Dicabut

Written By Mang Raka on Senin, 10 Oktober 2016 | 14.30.00

-Jika Gagal Perbaiki Hasil UKG

LEMAHABANG, RAKA - Guru yang Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) nya jeblok  memang bisa kembali melakukan perbaikan melalui program Guru Pembelajaran (GP) selama 6 kali pertemuan. Namun, siap-siap bagi guru yang sering bolos dan selalu gagal memperbaiki kualitas lewat GP berturut-turut hingga 2019 mendatang, pasalnya, selain akan ditolak ajuan sertifikasinya bagi pemula, bisa juga dihapus bagi guru yang sudah lama menikmati kesejahteraan sertifikasi.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Komisariat Telagasari, Eman S.pd mengatakan, bukan saja guru SD yang ikut GP bagi mereka yang hasil UKG nya dibawah rata-rata, tetapi juga bagi guru-guru setingkat SMP. Bedanya GP bagi guru SMP baik honorer maupun PNS ini digelar permata pelajaran yang pelaksanaannya dipisah-pisah diberbagai tempat. Tapi, esensinya sama saja, yang GP itu adalah guru yang memang nilai 10 modulnya banyak raport merah. Karenanya, penting bagi guru ikuti UKG, termasuk yang nilainya kurang di GP sebagai "remedial". Disamping juga ada Ujian Kompetensi Kepala Sekolah (UKKS) khusus kepsek. Sebab bukan tidak ada sanksi atau reward dari hasil nilainya, karena ini akan mempengaruhi status sertifikasi guru kedepannya, meskipun baru sebatas wacana. Karena itu, bagi yang sudah baik di GP, nantinya akan diikutsertakan kembali di UKG-UKG berikutnya, termasuk jadwal baru-baru ini pada akhir bulan Oktober ini. "Yang sudah UKG maupun GP, nanti ya sama-sama ikut lagi di UKG tahun ini, begitu setiap tahun," kata dia.
Eman menambahkan, pmerintan kabarnya bukan sebatas melihat hasil nilai UKG dan GP ini untuk pemetaan dan bahan evaluasi kebijakan saja. Karena, ada kepastian sanksi. Jika guru nilai UKG nya buruk, kemudian di GP juga berturut-turut tak ada perubahan karena faktor bolos dan lainnya, ajuan sertifikasinya akan ditolak. Sehingga meskipun tetap mengajar sebagai guru dimana pun tidak bakalan pernah mendapat sertifikasi sebagai penunjang kesejahteraannya. Sementara yang masih wacana sebut Eman, adalah jika yang sudah disertifikasi kemudian gagal terus hingga tahun 2019, maka status sertifikasinya akan dicabut. "Jika hasil UKG dan GP masih saja dibawah 80, akan ditolak sertifikasinya bagi yang belum, bahkan jika gagal terus sampai 2019. Maka siap-siap tak terima sertifikasi lagi bagi yang sudah menikmati," kata dia.
Lebih jauh Kepala SMPN 1 Lemahabang ini berharap, para guru bahkan kepala sekolah sekalipun, tidak usah malu untuk belajar jika masih terdapat kekurangsempurnaan dalam UKG dan GP. Semuanya faham, mungkin saja guru sudah pandai publik speaking dan cakap mengajar, hanya saat diuji kompetensi, dibenturkan dengan gagap teknologi. Tapi terlepas semua itu, yang jelas secara sosiologis, jika nilai guru masih dibawah rata-rata pertanggungjawabannya adalah kepada orangtua murid. Sebab akan canggung jika ternyata anak-anaknya dididik oleh guru-guru yang kompetensi keahliannya masih dibawah rata-rata. "Jangan malu untuk belajar, apapun status kita baik PNS maupun honorer, ikuti program di GP semampunya untuk membuktikan bahwa guru itu bisa," ujar dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template