Selokan Meluap, Dawuan Macet - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Selokan Meluap, Dawuan Macet

Selokan Meluap, Dawuan Macet

Written By Mang Raka on Rabu, 05 Oktober 2016 | 12.00.00

Karawang-Cikampek Ditempuh 3 Jam

CIKAMPEK, RAKA - Buruknya sistem drainase di Kecamatan Cikampek mulai menyusahkan masyarakat. Buktinya, baru diguyur hujan deras selama 2 jam, air yang meluap dari selokan terlihat menggenangi jalan di sejumlah titik, Selasa (4/10) kemarin.
Di Jalan A Yani tepatnya di depan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Dawuan misalnya. Genangan air setinggi lutut orang dewasa menyebabkan laju kendaraan tersedat. Situasi semakin parah, karena beberapa sepeda motor mogok akibat kerusakan mesin. "Iya macet total, saya dari Karawang mau pulang ke Cikampek. Sudah macet sejak dari Kosambi. Dari jam 3 sore sampai Cikampek magrib," ujar M Hasa, pengguna jalan warga Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, kepada Radar Karawang, Selasa (4/10).
Ia melanjutkan, arus lalu lintas dari arah Cikampek juga macet parah. Kendaraan menumpuk dari Dawuan hingga depan Mal Cikampek. Kondisi yang rutin terjadi setiap musim hujan ini, kata Hasan seharusnya bisa segera diatasi pemerintah. "Warga banyak dirugikan, terutama para pebisnis. Bisnisnya bisa batal akibat macet," pungkasnya.
Hal serupa juga dialami Syarif (38) warga Alun-alun Karawang. Luapan air selokan di Jalan A Yani menyebabkan arus lalu lintas macet total. Tidak ada yang bisa dilakukan pengendara motor, selain menunggu genangan air setinggi lutut orang dewasa itu menyusut. "Kalau nekat nerobos, motor bisa mogok," ujarnya.
Kapolsek Cikampek AKP Doni S.W mengatakan, banjir kerap terjadi di jalan tersebut, sehingga kemacetan tidak dapat terelakan. "Bersama Polsek Purwasari, kami lakukan berbagai upaya untuk mengurangi genangan di jalan tersebut agar cepat surut," kata Doni.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, buruknya sistem drainase juga berdampak terhadap warga yang melintasi underpass Pawarengan. Mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan, karena jalan di bawah lintasan kereta api itu tergenang. "Pengendara gak ada yang berani lewat gonggo (underpass Pawarengan)," ujar Ismail (21) warga Kampung Baru, Kotabaru.
Selain menggenangi jalanan, air selokan juga membanjiri pemukiman warga. Salah satunya di Kampung Poponcol, Desa Dawuan Tengah. Meski tidak separah di jalan raya, namun cukup menyulitkan warga. "Tingginya kira-kira 20 sampai 50 centimeter," tutur Yadi (34) warga Poponcol.
Hal serupa juga terjadi di Kampung Sentul Utara, Desa Cikampek Barat. Warga terlihat sibuk membuat tanggul alakadarnya, agar air tidak masuk ke rumah. "Hujannya gede banget, gak bisa ketampung di selokan," kata Hikmat (19), warga Sentul. (zie/psn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template