Sampah Dekat Bunderan Kodim Bau Busuk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sampah Dekat Bunderan Kodim Bau Busuk

Sampah Dekat Bunderan Kodim Bau Busuk

Written By Mang Raka on Rabu, 19 Oktober 2016 | 12.30.00

*Tiga Tahun Dibersihkan Dinas Cipta Karya

KARAWANG, RAKA - Ruas jalan di sekitar bunderan kodim tidak jauh dari Jalan Alternatif Kodim dan hanya berjarak kurang lebih 200 meter dari kantor bupati Cellica Nurrachadiana berbau busuk. Pasalnya, lahan kosong di sekitar bunderan itu dialihfungsikan menjadi tempat pembuangan sampah.

Pantauan Radar Karawang, Selasa (18/10) pagi, ternyata aktivitas yang berlangsung disitu sudah seperti tempat pembuangan sampah (TPS) layaknya TPS Jalupang. Disitu juga terlihat sejumlah pemulung melakukan aktivitas pemulungan. Selain sampah yang diproduksi masyarakat dilokasi juga jadi tempat buang potongan-potongan batang pohon. Selain tanah-tanah galian seperti galian alat berat beko juga reruntuhan bangunan.
Lahan seluas kurang lebih 3000 meter itu sebetulnya milik warga. Tadinya merupakan lahan tanam padi namun belakangan berubah menjadi tempat sampah. Hanya saja karena posisinya persis dipinggir jalan yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan, keberadaan sampah itu akhirnya jadi persoalan. Terlebih saat ini aroma busuk sudah langsung tercium oleh warga yang melintasi area tersebut. Dikhawatirkan jika tidak segera dibersihkan sekitar lokasi akan berubah menjadi pangkal penyebaran penyakit ispa.
Sementara Dinas Cipta Karya sendiri sudah optimal melakukan tugasnya. Itu terlihat dari spanduk-spanduk larangan dan papan-papan pengumuman dilarang buang sampah dilokasi yang dipasang dinas itu. Berdasarkan hitungan Radar Karawang ada sekitar lima kali Dinas itu melakukan pemasangan informasi larangan. Tetapi menurut sumber di Kelurahan Nagasari malah sudah lebih lima kali. "Warga Nagasari sudah diperingati bahwa untuk pembuangan agar tertib. Ada jam-jam pembuangan untuk warga, yaitu pukul 18.00 Wib sampai 07.00 Wib, agar pengangkutan sampah teratur, dan itu bukan ke tempat sampah disana melainkan di TPS yang telah disedikan," ucap Lurah Nagasari, H. Endeng.
Ditambahkan Endeng, dia menjamin bukan warganya yang buang sampah disitu tetapi mungkin warga lain diluar wilayah Kelurahan Nagasari. Terlebih, diwilayah itu sudah ada petugas kelurahan yang ngesub mengambil sampah-sampah warga Nagasari. Jadi kecil kemungkinan itu dilakukan warganya. "Ada petugas yang ngesub pada jam-jam yang sudah ditentukan. Jadi untuk apalagi warga membuang sampah kelokasi itu (TPS liar, red) kalau sampahnya sudah ada yang mengambil," ucapnya.
Selain warga Kelurahan Nagasari, disekitar TPS liar itu juga termasuk wilayah Kelurahan Karangpawitan. Tetapi menurut Endeng, itupun kecil kemungkinan dilakukan warga Karangpawitan. Karena seperti kelurahan yang dipimpinnya Kelurahan Karangpawitan juga memiliki Tempat Pembuang Sampah sendiri. "Bukan menuduh tetapi bisa saja yang buang sampah kesana warga diluar warga Karangpawitan dan Nagasari," tambah Endeng.
Menurut Endeng, untuk membebaskan lokasi itu dari sampah maka pemilik tanahnya juga mestinya dilibatkan agar masyarakat tidak keliru, karena tanah tersebut bukan TPS yang disediakan kelurahan, melainkan tanah milik perorangan. "Harus dari pihak pemilik tanah agar tidak ada lagi yang membuang sampah disitu minimal dipagar.  Tidak mungkin kan kalau dipagar masih ada yang buang sampah," ujarnya.
Secara terpisah, Maman (55) warga Kp. Kepuh yang biasanya melakukan aktivitas pemulungan di lokasi mengatakan yang dirugikan adalah masyarakat setempat. Mereka sering dituding sebagai yang membuang sampah dilokasi. Padahal mereka tidak tahu apa-apa atas keberadaan sampah-sampah tersebut. "Bukan warga Kepuh yang buang sampah, tetapi orang dari daerah lain menggunakan mobil," ucapnya.
Maman sendiri merasa heran. Padahal lokasi Tempat Pembuangan Sampah liar itukan lokasi yang setiap hari dilintasi banyak orang. Malah pejabat-pejabat Karawang tidak sedikit yang melintasinya. Bahkan secara umum orang-orang yang melintas dilokasi itu merupakan orang-orang berpendidikan dan pegawai pemerintahan. Tetapi seperti tidak merasa terganggu dengan sampah-sampah tersebut. Apalagi sekitar lokasi merupakan wilayah tengah kota. Masakan ada tempat pembuangan sampah liarnya. Dekat kantor bupati lagi.
Ditempat terpisah, sejumlah pejabat Dinas Cipta Karya pun mengaku merasa kelimpungan terhadap keberadaan Tempat Pembuangan Sampah liar tidak jauh dari bunderan Kodim.
Mereka pun merasa bingung dengan pemilik lahan yang membiarkan lahannya dijadikan tempat buang sampah. Sehingga mengakibatkan bau busuk yang menyengat, hingga membuat lingkungan disekitar lokasi jadi tidak nyaman. "Dari dinas sudah ada upaya untuk penanganan sampah. Bahkan, baru hari Jumat (14/10) kemarin sekitar lokasi sudah dibersihkan. Kami mengerahkan buldoser untuk meratakan sampahnya dan itu bukan baru pertama tetapi sudah berkali-kali. Tetapi sampah masih tetap saja ada," tandas
Kepala seksi pelayanan kebersihan Ciptakarya, H.Sandi Susilo.SH.
Selain itu H.Sandi menambahkan, malah sudah mengerahkan armada sampah dan motor caktor pengangkut sampah yang disediakan. Mestinya itu dimanfaatkan dengan baik agar masyarakat tidak membuang sampah dilokasi tersebut. "Di Kelurahan Nagasari kan ada TPSnya. Jangan dibuang kesitu karena bukan TPS, tapi tanah milik," ucapnya. (ari/mg2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template