Saluran Air dan Lahan Kosong Jadi Tempat Buang Sampah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Saluran Air dan Lahan Kosong Jadi Tempat Buang Sampah

Saluran Air dan Lahan Kosong Jadi Tempat Buang Sampah

Written By Mang Raka on Senin, 10 Oktober 2016 | 15.30.00

TEGALWARU, RAKA - Pemerintah Kecamatan Tegalwaru seakan tidak berdaya menghadapi masalah sampah di wilayahnya. Disatu sisi populasi manusia terus bertambah. Itu secara otomatis produksi sampah baik yang dibuang ke sungai maupun lahan-lahan kosongpun akan meningkat.

Pemerintah seharusnya sudah mempunyai solusi yang terbaik agar sungai yang berada di beberapa tempat di Wilayah Kecamatan Tegalwaru bisa terbebas dari sampah. Masalah sampah ini tidak bisa dianggap persoalan kecil karena saat ini sampah menjadi permasalahan yang acap kali jadi pemicunya terjadinya banjir. Paling tidak untuk menangani persoalan sampah ini dibutuhkan kerjasama berbagai pihak. Artinya disini melibatkan semua stageholder agar bisa bekerja secara sinergis. Ironisnya, sekarang ini hampir seluruh saluran air yang berada di Kecamatan Tegalwaru dijadikan tempat sampah oleh warga.
Pantauan RAKA,  dibeberapa sungai yang ada dan tersebar di Kecamatan Tegalwaru hampir di setiap selokan bisa dijumpai sampah. Berbagai jenis sampah pun ada dari sampah rumah tangga, jenis usaha kuliner dan sampah pepohonan. Hanya saja keberadaannya seolah seperti menjadi tempat sampah massal yang saat ini banyak di keluhkan oleh pengguna air khususnya petani.
Dari pantauan RAKA di lapangan, deras air pun menjadi tersumbat oleh keberadaan sampah sehingga air pun tidak mengalir dengan lancar. Apalagi bisa mengaliri areal-areal persawahan. Pembiaran itu seolah sulit mencari solusi yang tepat penangannya sehingga di khawatir kan ke depannya bisa menjadi permasalahan yang komplek tentanh sampah yang ada di bantaran sungai yang ada di Kecamatan Tegalwaru.
Asum (44) petani yang mempunyai sawah di Kampung Cipeuteuy, Desa Mekarbuana, merasa direpotkan oleh sampah yang setiap air bisa mengalir ke areal sawahnya di dapati berbagai jenis sampah. Bahkan yang membuatnya kesal sampah-sampah tersebut yang susah di cerna oleh sampah karena berbahan jenis plastik. “Seharusnya memang semuanya bekerjasama agar tidak ada lagi warga yang buang sampah ke sungai,Bisa saja pihak desa mengeluarkan peraturan agar warga bisa membuat temapt sampah di lokasi rumahnya masing-masing agar sampah tidak di buang ke sungai. Yang parah kan saat air mengalir deras maka sampah pun terbawa oleh air serta masuk ke sawah. Yang bikin gregetnya kan sampahnya tidak bisa terolah oleh tanah karena kebanyakan sampah plastik," paparnya.
Lain lagi dengan Utom (50) petani dari Kampung Cintalaksana, Desa Cintalaksana, sampah tersebut pun menjadi kendala air yang mengalir menjadi tertahan, sehingga laju air tidak sebaik ketika tidak ada sampah yang sering berada di sungai. Dan juga sekarang seolah tidak ada solusi yang baik tentang pengelolaan sampah di masing-masing rumah tangga.  (yfn/ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template