Rokok Jadi Candu Pelajar Cikampek - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Rokok Jadi Candu Pelajar Cikampek

Rokok Jadi Candu Pelajar Cikampek

Written By Mang Raka on Selasa, 11 Oktober 2016 | 12.00.00

KOTABARU, RAKA - Rokok sudah menjadi candu masyarakat. Tua, muda, remaja, hingga anak-anak kerap dijumpai sedang mengepulkan asap rokok di berbagai tempat. Di Kecamatan Cikampek dan Kotabaru misalnya, tidak sulit menemukan pelajar berseragam sekolah sedang asyik merokok di pinggir jalan. Bahkan di warung kecil dekat sekolah tempat mereka menimba ilmu.
Kebiasaan pelaja merokok biasanya dipengaruhi lingkungan sekitar. Diawali dengan coba-coba, akhirnya bikin ketagihan. Yang memprihatinkan, ada juga pelajar yang merokok lantaran ingin tampil keren, di tengah-tengah teman seusia. Seorang pelajar SMK saat ditemui Radar Karawang di pangkalan angkot Cikampek-Wadas, MS (16) mengaku pertama kali merokok sejak SMP. Awalnya iseng dengan teman sekelasnya, lambat laun menjadi candu. "Gak mau berhenti merokok, enak soalnya. Apalagi kalau habis makan," ujarnya, Senin (10/10) kemarin.
Lain lagi dengan pelajar salah satu SMA negeri di Cikampek. Meski tempat dia menghisap rokok dekat dengan sekolah, hal itu tidak membuatnya takut. Menurutnya, banyak pelajar nongkrong di warung-warung sambil merokok. "Kalau ada guru, rokoknya diumpetin dulu. Atau dimatikan," ungkap AS (16).
Ia melanjutkan, sanksi yang diberikan sekolah jika ada pelajar yang ketahuan merokok tidak terlalu berat. Sekolah hanya meminta agar orangtua siswa datang ke sekolah. "Di rumah juga udah bebas merokok. Jadi kalau cuma dipanggil orangtua gak masalah," katanya.
Kepala SMK Muhammadiyah Cikampek Dede Setiabudi M.M mengatakan, aturan di sekolahnya sangat tegas melarang siswa merokok. Jika ketahuan bisa dikeluarkan. "Kalau sudah tiga kali diberi surat peringatan masih merokok, akan dikeluarkan," ujarnya.
Dadang (34) warga Kampung Karajan, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, mengatakan, sangat mendukung kebijakan sekolah mengeluarkan pelajar perokok. Menurutnya remaja belum pantas kecanduan rokok. "Jika anak saya merokok, diharapkan segera melaporkan. Kalau ada beserta fotonya, supaya jelas dan anaknya gak ngeles," ujarnya.
Sementara salah satu petugas kesehatan di Kotabaru, Fitri mengatakan, asap rokok sangat tidak baik. Apalagi untuk perokok pasif, banyak anak terkena ISPA dan itu disebabkan oleh asap rokok. "Bagusnya guru dan para orangtua lebih memperhatikan anaknya untuk tidak merokok," tuturnya.
Ia melanjutkan, racun rokok sangat fatal bagi manusia. Bisa mengakibatkan kanker dan paru-paru. "Efeknya nanti tidak bernapas lewat hidung. Pernapasannya trakeostomi, pembuatan lubang di saluran trakea di tenggorokan," ujarnya.(mg2)


Perda Kawasan Tanpa Rokok
Lokasi Terlarang Merokok
-Tempat ibadah
-Sarana pendidikan
-Gedung pemerintah
Sanksi
Denda Rp 1 juta


Bagi Hasil Cukai Rokok Karawang
Rp 58 miliar per tahun


Konsumsi Rokok
302 miliar batang per tahun


Penderita penyakit paru-paru

Tahun 2011
944 orang

Tahun 2012
2.163 orang

Tahun 2013
2.003 orang

Tahun 2014
1.299 orang


Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template