Ratusan Warga Pacing Hajat Bumi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ratusan Warga Pacing Hajat Bumi

Ratusan Warga Pacing Hajat Bumi

Written By Mang Raka on Senin, 31 Oktober 2016 | 13.30.00

JATISARI, RAKA - Menjelang musim tanam padi dan palawija, ratusan warga Desa Pacing, Kecamatan Kotabaru, berkumpul di halaman kantor desa mengikuti kegiatan helaran tradisi budaya Sunda yakni hajat bumi, Sabtu (29/10).
Kepala Desa Pacing, Wawan Zaelani mengatakan, tradisi hajat bumi harus tetap dilakukan oleh seluruh warga Karawang. Pasalnya, melalui kegiatan hajat bumi, masyarakat akan sadar bahwa keberhasilan panen padi dan palawija yang berlimpah, bukan karena kegigihan para petani saja, melainkan atas kehendak Allah SWT. "Hajat bumi itu sebagai rasa syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rizki yang berlimpah di sektor pertanian. Sehingga para petani menyadari penuh dan harus bersyukur atas karunia dari Illahi Robbi," ujar Wawan kepada Radar Karawang di sela acara yang juga diisi oleh istighotsah oleh ibu-ibu majelis taklim.
Menurutnya, setiap tahun para petani melakukan kegiatan pertanian. Dari mulai membajak sawah, memelihara tanaman padi sampai pada puncaknya yaitu panen. Setelah berhasil, maka sudah seharusnya sebagai bangsa yang beragama syukuran melalui kegiatan hajat bumi. "Yang lebih penting dari dari kegiatan tradisi hajat bumi, adalah para petani menyadari peranan alam seperti tanah, air dan udara ikut berperan dalam aktivitas mengolah pertanian," paparnya.
Dia berharap, setiap pemerintahan desa di Kabupaten Karawang, terus melakukan penggalian potensi kearifan budaya lokal. Tradisi hajat bumi di Kabupaten Karawang kini jarang dilakukan oleh setiap pemerintahan desa. Padahal dengan melakukan kegiatan hajat bumi, hubungan rasa kekeluargaan baik petani dengan masyarakat, akan lebih terasa berkumpul dalam satu titik tradisi budaya Sunda. "Hajat bumi sebagai ajang silaturahmi para petani dan masyarakat," ucapnya.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Desa Pacing, H Murtado (60), pagelaran budaya tradisi Sunda seperti hajat bumi, perlu terus dilestarikan di tengah masyarakat sehingga budaya atau tradisi hajat bumi, tidak hilang ditelan kemajauan teknologi. "Saya perwakilan dari masyarakat sangat berterima kasih kepada Pemerintahan Desa Pacing, yang setiap tahun terus melakukan kegiatan hajat bumi," ujarnya
Dia juga menjelaskan, kegiatan hajat bumi sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Agar manusia tidak sombong dengan berlimpahnya hasil pertanian. "Hajat bumi sebagai ajang introspeksi diri, agar para petani dan masyarakat mengerti terhadap lingkungan sekitar," pungkasnya. (zie)


Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template