Rasa Pedas Masakan Akan Berkurang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Rasa Pedas Masakan Akan Berkurang

Rasa Pedas Masakan Akan Berkurang

Written By Mang Raka on Selasa, 18 Oktober 2016 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Masyarakat yang doyan masakan pedas agaknya harus bersiap-siap merasakan berkurangnya rasa itu dari masakan. Pasalnya, sejak kemarin (17/10) harga cabai melejit hingga tembus Rp 60.000/kg, atau naik sekitar 150 persen dari harga sebelumnya hanya Rp 25.000 /kg. Sementara harga bumbu dapur lainnya masih cukup stabil. Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang mengurangi kwantitas pembelian untuk menghindari kerugian.

"Sudah biasa kalau musim hujan seperti sekarang ini harganya pasti tinggi," kata Rizki, pedagang di Pasar Johar, seraya mengatakan, permintaan cabai masih tetap tinggi. Tetapi, ia terpaksa mengurangi jumlah pasokan karena cabai yang dipanen saat musim hujan cepat membusuk. Diakuinya, para pedagang cabai sudah terbiasa dengan kenaikan harga saat musim penghujan datang. Karena pada saat musim hujan pasar induk akan membatasi jumlah stok cabai di pasar-pasar yang ada di Karawang.
Selain stok yang terbatas para pedagang di pasar induk juga menaikan harga jual cabai kepada para pedagang cabai di pasar tradisional. "Harga pembelian kita sudah tinggi makanya kita juga ikut menaikan harga," katanya.
Rizki mengaku dalam situasi normal dia mendapat kiriman cabai sebanyak 5 kuintal, namun saat situasi seperti ini paling mendapat kiriman 2 kuintal. Meski terjadi kenaikan harga, Rizki mengaku tidak akan menaikan harga tinggi. Asal bisa mendapat untung 10 % dari harga pembeliannya sudah cukup yang penting lancar. "Kita tidak bisa menahan cabai terlalu lama karena cepat membusuk makanya kita menjualnya tidak terlalu tinggi," ucapnya.
Menurut Rizki cabai merah tersebut didapatnya dari Pasar Induk Cikopo, yang dikirim dari petani di Banyumas. Karena ketergantungan dengan cabai merah dari kota lain ikut memicu harga cabai tinggi di Karawang. "Kalau bisa di Karawang juga harus ada yang tanam cabai, baru murah. sejauh ini paling sayuran yang ditanam di Karawang hanya timun dan kol," terangnya.
Sementara itu Pengelola Kedai Sanggabuana yang berlokasi di Kampung Budaya Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur, Nila Delima mengatakan, , kenaikan harga cabai merah itu belum terlalu berdampak. Sehingga rasa pedas di setiap masakan masih tetap seperti sebelumnya. "Rasa pedas masih tetap bisa kami pertahankan karena bumbu yang mengaalami kenaikan hanya jenis cabe saja," jelasnya.
Tetapi, lanjutnya, jika harga cabai merah tembus hingga Rp 80 ribu per kilogramnya, rasa pedas tetap tidak dikurangi. Hanya saja, untuk membuat masakan tetap pedas akan menggunakan cabe hijau. "Cabe merah dan hijau kita campur supaya tetap terasa pedas," tambahnya.
Sebenarnya, selain cabai, harga daging ayam dan telor juga mengalami kenaikan. Namun, kenaikannya hanya berkisar 10-15 persen. Berbeda dengan harga cabai yang naik hampir dua kali lipat. Beruntung cabe hijau sudah stabil dari sebelumnya Rp 50 ribu menjadi Rp 18.000 per kilogramnya. Ia menyebutkan, harga cabe merah besar sebelumnya Rp 25 ribu berubah menjadi Rp 60 per kilogramnya. Demikian juga harga cabe merah keriting dari Rp 20 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogramnya. Sedangkan cabe rawit merah dari Rp 24 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogramnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template