Raperda Sampah Tidak Diminati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Raperda Sampah Tidak Diminati

Raperda Sampah Tidak Diminati

Written By ayah satria on Kamis, 06 Oktober 2016 | 17.23.00

Cipta Karya Hanya Mampu Angkut Sampah 9 Kecamatan

KARAWANG, RAKA - Dinas Cipta Karya (DCK) hanya mengirim petugas yang belum berkopenten saat panitia khusus (pansus) raperda sampah mengundang dinas teknis itu, untuk mengikuti rapat pembahasan Raperda tentang pengelolaan sampah. Itu sekaligus membuktikan belum seriusnya kalangan eksekutif mengentaskan masalah sampah.

Ketua Pansus Raperda Pengelolaan Sampah, Edi Suhendi, menyampaikan itu Rabu (5/10). Menurut dia, kurangnya perhatian dinas teknis tersebut sudah terlihat dari kemampuan petugas saat memberikan informasi terkait volume sampah per hari dan langkah pengelolaannya. "Ini karena yang datang untuk mengikuti hearing itu tidak memahami pengelolaan sampah secara keseluruhan," kata  Edi.
Raperda pengelolaan sampah, kata Edi, memang merupakan hak inisiatif dari komisi C setelah melihat perkembangan Kabupaten  Karawang yang sedang berkembang. Keberadaan industri di Karawang menjadi magnet bagi pendatang untuk bermigrasi ke Karawang. Akibatnya, kebutuhan akan perumahan dan peningkatan volume sampah pun ikut naik. Untuk mengantisipasi hal tersebut tentunya memerlukan regulasi  yang jelas tentang pengelolaan sampah agar tidak menjadi bom dikemudian hari. “Jika Pemkab memiliki rencana induk pengelolaan sampah maka itu harus dilakukan, tapi sampai saat ini kami belum menerima informasi itu,” terang Edi.
Diakuinya, dalam perda ini seharusnya akan membahas banyak hal termasuk rencana membuat bank sampah di lingkungan masyarakat. Selain itu, kedepan pengembang perumahan harus menyediakan tempat pembuangan sampah sementara sebagai salah satu fasilitas sosialnya, sebelum diberikan izin mendirikan bangunan. Ia menambahkan, jika melihat Perda nomor 16 tahun 2010 yang direvisi Perda nomor 1 tahun 2016 tentang pengelolaan sampah di Jawa Barat yang mewacanakan pengelolaan sampah regional, harusnya pemkab sudah menyiapkan aturan dibawahnya berupa Perda. “Kami menilai belum ada keseriusan dari eksekutif dalam melakukan pengelolaan sampah di Karawang,” katanya.
Menurutnya, jika ada keseriusan dalam pengelolaan sampah di Karawang, maka harusnya eksekutif bisa lebih serius dalam melakukan pembahasan raperda pengelolaan sampah ini. “Kita harapkan kedepan dengan adanya perda pengelolaan sampah, maka semua masyarakat bisa terlayani dalam mengelola sampahnya dan bukan malah membuat Karawang semakin kotor dengan sampah rumah tangga,” tuturnya.
Dikatakan juga, banyaknya penduduk mengakibatnya banyak permasalahan, salah satunya yang krusial adalah permasalahan sampah. Sebab sampah merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi masyarakat kini terutama di kota-kota yang sedang berkembang, termasuk di wilayah Karawang. Bahkan banyak orang yang menyebut Karawang sebagai kota sampah karena banyaknya sampah yang belum terurus dengan baik. “Kenyataannya memang sampah di Karawang belum terurus, mulai dari pemukiman hingga tempat umum dapat dengan mudah kita temukan sampah berserakan,” tandasnya.
Sebelumnya, Kabid Kebersihan Dinas Cipta Karya, Ahmad Mustopa mengatakan, volume sampah setiap harinya mencapai 580 kubik sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang di Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru yang luasnya sekitar 4,8 hektare. Jika dikalikan selama 30 hari maka volume sampai bisa mencapai 17.400 kubik sampah. Jika kondisi itu terjadi setiap tahun maka TPA Jalupang akan semakin overload atau melebihi kapasitas penampungan sampah. “Kami baru bisa menangani 9 kecamatan untuk pengangkutan sampah di Karawang dan 21 kecamatan lainnya belum tertangani oleh dinas,” ujar Ahmad Mustopa. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template