Puskesmas Belum Terima Obat Kaki Gajah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Puskesmas Belum Terima Obat Kaki Gajah

Puskesmas Belum Terima Obat Kaki Gajah

Written By ayah satria on Kamis, 06 Oktober 2016 | 17.34.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA- Meskipun sudah gencar melakukan penyuluhan dan sosialisasi sampai akhir September kemarin, Sejumlah UPTD Puskemas belum menerima 2 jenis obat filariasis untuk didistribusikan kepada masyarakat. Bahkan, jenis obat pencegah cacing filaria jenis DEC, belum diproduksi lagi.
Kata Programer Pencegah Penyakit Menular (P2M) UPTD Puskesmas Lemahabang, Karnasa mengatakan, sasaran penerima obat filariasis tahun ini bertambah 3-5 persen di banding tahun-tahun sebelumnya. Pencanangan Minum Obat Masal (PMOP) filariasis ini belum ditentukan jadwal atau tanggal pastinya, karena sejauh ini Puskesmas belum menerima obat. Kedua jenis obat tersebut selain Albendazole juga ada DEC, hanya saja saat rapat Kementrian Kesehatan (Kemenkes) di Bandung, jenis DEC belum diproduksi. Sehingga diperkirakan turunnya agak mangkrak. Meski demikian, terlambat 1-2 bulan bahkan pindah tahun ke Januari mendatang, tidak ada efek klinis signifikan bagi masyarakat yang kali tahun ke 4 meminum obat pencegah Filaria ini. "Obat pencegahnya belum kami terima, konon jenis DEC ini lagi nyari bahan baku dan belum diproduksi, mungkin sampainya lama," kata dia.
Di Lemahabang sambungnya, tidak ada kasus warga terjangkit kaki gajah, sehingga obat yang ada nantinya digunakan untuk supervisi pencegahan. Sebab, jika sudah terjangkit, minum obatnya harus rutin setiap hari, apalagi jenis obat Albedazole dan DEC ini cukup langka jika mencari di apotek-apotek. Sehingga, lanjutnya, khusus pencegahan Filariasis ini harus ikut program pemerintah. "Gak ada obat di apotek-apotek mah, sehingga memang harus ikuti program pemerintah," tandas dia.
Kasubag TU UPTD Puskesmas Lemahabang, Anwar Sanusi SKm mengatakan, obat filariasis biasanya didrop pada bulan Oktober. Sehingga pada akhir Oktober langsung melakukan pengepakan dan pendistribusian. Dulu, obat biasanya datang lebih awal, yang lama itu justru plastiknya. Karena distribusi obat ini harus diberi tanda untuk balita, anak dan dewasa. Seperti plastik merah, biru dan kuning. Semoga saja, akhir Oktober sudah bisa didistribusikan ke masyarakat. Disamping saat ini puskesmas juga sedang menyiapkan spanduk-spanduk imbauan meminum obat pencegah kaki gajah ini. "Kalau dulu justru plastiknya yang lama, kalau sekarang obatnya dan plastiknya belum diterima," kata dia.
Kepala UPTD Puskesmas Tempuran Surisno SKm juga mengaku, dari jadwal memang ditetapkan pengobatan masal filariasis adalah akhir Oktober. Namun obatnya sejauh ini belum sampai di Puskesmas, baik jenis Albendazole maupun DEC, bahkan menurut informasi juga belum diterima Dinas Kesehatan (Dinkes). Meskipun demikian, lewat bulan sekalipun tidak ada efek resiko yang berarti. Asalkan tetap bisa turun tahun ini juga. Jika sudah turun, pihaknya akan sosialisasikan kembali pencanangan minum obat pencegah kaki gajah ini kepada masyarakat. Karena targetnya ingin melebihi realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 96 persen. Ia upayakan tahun ke 4 ini, obat yang dikelompokan pada 3 kelompok penerima ini bisa terserap maksimal. "Jangankan di puskesmas, dinas saja belum menerima. Kalau sudah turun obatnya, kita akan sosialisasikan lagi," pungkas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template