PSK Tugu Proklamasi Meresahkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PSK Tugu Proklamasi Meresahkan

PSK Tugu Proklamasi Meresahkan

Written By Mang Raka on Selasa, 18 Oktober 2016 | 13.30.00

- Aparat Diminta Gelar Operasi

RENGASDENGKLOK,RAKA- Keberadaan Pekerja Seks Komersial (PSK) di kawasan Monumen Tugu Proklamasi Rengasdengklok, kian marak pada dini hari. Keberadaan mereka sangat mengganggu ketenangan warga. Terlebih, tak lama lagi bulan Ramadhan segera tiba. Satpol PP diminta segera melakukan operasi dan razia menyambut datangnya bulan suci.
Tokoh masyarakat menuding, praktek prostitusi terselubung itu sudah mulai menjalar ke pemukiman warga sekitar Tugu Proklamasi. Wanita malam tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 03.30 WIB dini hari, biasanya para PSK mangkal dekat penjual minuman yang ada dipinggir jalan sambil menunggu lelaki hidung belang. Hendra (45), warga Dusun Bojong Tugu, Desa Rengasdengklok Selatan. "Keberadaan mereka sudah sangat meresahkan dan mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga Dengklok. Saya minta aparat, khususnya petugas Trantib menindak tegas mereka, apalagi sebentar lagi bulan puasa," ucap Hendra.
Dilanjutkannya, bukan hanya warga masyarakat saja yang merasa dirugikan dengan kehadiran PSK jalanan itu. Menurutnya, citra monumen Tugu Proklamasi juga ikut tercoreng karena keberadaan PSK tersebut. "Jika hal ini terus dibiarkan, mereka akan semakin banyak dan susah ditertibkan. Mumpung PSK-nya masih sedikit yang datang ke lokasi ini jadi mudah nindaknya juga. Terus terang, saya merasa keberatan karena Monumen Tugu Proklamasi jadi tidak berwibawa lagi kalau dipakai buat tempat mangkal PSK," katanya.
Akibat tidak adanya pengawasan dan penjagaan yang cukup disana, mereka pun semakin bebas bertindak sesuka hati. "Warga terkadang sudah seringkali menegur mereka, namun tindakan tersebut tidak bisa diberantas kecuali oleh dinas terkait, yakni Satpol PP. Makanya instansi itu harus bertindak untuk memberantas penyakit masyarakat ini," harapnya.
Masih kata dia, selain Tugu Proklamasi itu menjadi tempat berkeliarnya para PSK, juga dijadikan tempat tongkrongan anak-anak muda menenggak miras. Secara fisik, kondisi tugu memang sangat memprihatinkan. Mulai dari pengerjaan pemagaran yang tidak rampung, bahkan saat ini kondisi tembok-tembok dan penahan tugu sudah mulai longsor bahkan hancur. "Bahkan material seperti pasir, batu sprit dan batu bata, hingga habis terkena hujan dan diambil oleh warga sekitar akibat tidak dilanjutkan pembangunan pagar tugu tersebut," ungkapnya.
Sementara itu menurut tokoh masyarakat Rengasdengklok Kusnadi (49) mengatakan, maraknya PSK jalanan yang ada di kawasan Monumen Tugu Proklamasi mesti segera ditindak lanjuti oleh pemerintah setempat. Menurutnya, jika terus dibiarkan hal ini akan berakibat fatal terhadap kondusifitas keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. "Pemerintah setempat juga mesti bertindak tegas dan menertibkan kawasan tersebut dari Penjaja Seks Komerial yang selalu mangkal setiap malamnya, apalagi disinyalir praktik pelacuran sudah masuk ke permukiman warga setempat,"katanya.
Sulitnya memberantas pelacuran liar di kawasan tersebut, sambungnya, dimungkinkan pula karena warga sekitar terlalu permisif. Disini, katanya, warga dibantu pemerintah setempat mesti bertindak pro aktif dengan cara yang manusiawi untuk menghilangkan praktik prostitusi itu. "Permasalahan PSK adalah realita kehidupan masyarakat yang tidak bisa dihindari. PSK akan selalu ada karena ada penjaja dan peminatnya. Selain itu, masalah PSK juga menyangkut sumber penghidupan. Jadi, memang sulit untuk menghilangkannya secara tuntas. Namun, jika warga dan pemerintah proaktif untuk bertindak tegas, saya yakin hal ini akan bisa teratasi," ungkapnya.(fah)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template